SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman mengeluarkan 34 kali guguran lava pijar ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2500 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Rabu 8 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Tak Lagi Lawan Kotak Kosong, Pilkada Kebumen Idealnya Muncul Tiga Paslon
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 15.5-24 °C, kelembaban udara 68-99.4 %, dan tekanan udara 872-918.5 mmHg.
Gunung Merapi jelas, kabut 0-III.
Asap kawah tidak teramati.
Baca Juga: MTsN 9 Gunungkidul Jadi Piloting Project Bebas Korupsi
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Pembuang Sampah Menumpuk Imogiri Dicari Sampai Ketemu, Diberikan Sanksi Sosial Mengangkut Kembali
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Jangan Biarkan Diri Terpuruk! Tips Memperkuat Kesehatan Mental
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin