SLEMAN - Target pembebasan lahan untuk pemasangan pada proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 masih terus diharapkan pelaksana proyek.
Pasalnya, status lahan yang belum jelas disebut sebagai salah satu kendala dalam pemasangan konstruksi box culvert.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, usai libur lebaran ini pihaknya memang terus mengebut pengerjaan proyek.
Beberapa tahap seperti pengecoran bore pile, perataan, dan penimbunan pun sudah mulai dilakukan.
Menurut Agung, pihaknya kini juga tengah menunggu pembebasan lahan untuk pemasangan box culvert.
Yakni, berupa konstruksi terowongan sebagai jalur kendaraan dan air di bawah jalan tol. Karena baru dilakukan pemasangan pada 17 titik dari target 20 titik.
“Pemasangan kurang tiga titik karena belum bebas tanahnya,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Selasa (23/4).
Dia membeberkan, kalau pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sendiri kini sudah menyentuh angka 81 persen.
Di mana, dari total kebutuhan lahan sebanyak 286.424 meter persegi, sudah ada 233.722 meter persegi yang statusnya bebas.
Lebih lanjut, Agung menyatakan, kalau secara umum prosentase pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2. Paket 2.2 telah menyentuh 28 persen.
Pihaknya pun berupaya agar pengerjaan proyek tersebut bisa selesai sesuai target.
“Untuk saat ini masih 28 persen, belum ada penambahan,” katanya.
Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga mengungkapkan, pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang.
Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia.
Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju, kami hanya berharap pembebasan berharap bisa secepatnya agar target sesuai rencana,” terang Aldyan. (inu)