SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi mengalami penurunan.
Hal ini ditandai dengan adanya 1 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Senin 1 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi mendung, hujan, dan berawan.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 16.5-26 °C, kelembaban udara 50-99 %, dan tekanan udara 768-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 63 mm per hari.
Asap kawah tidak teramati.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Meskipun mengalami penurunan aktivitas, BPPTKG masih mengingatkan agar warga sekitar Merapi waspada.
Berikut rekomendasi BPPTKG:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin