Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duel ala Carok, Dua Pelajar SMA di Sleman Terluka

Khairul Ma'arif • Rabu, 17 Januari 2024 | 14:25 WIB
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian.Khairul Ma
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian.Khairul Ma


 
RADAR JOGJA - Carok tak hanya terjadi di Pulau Madura, Jawa Timur. Duel satu lawan satu dengan masing-masing senjata celurit, ternyata juga terjadi di Sleman. Mirisnya, para pelakunya masih pelajar setingkat SMA yang saling kenal, bahkan teman sendiri.


Kasus carok remaja ini terungkap saat salah satu yang terlibat, melapor telah menjadi korban kejahatan jalanan alias klithih. Pelajar di Kapanewon Tempel, Sleman, ini mengalami luka di pinggangnya yang cukup dalam.


Namun dari penyelidikan sementara Satreskrim Polresta Sleman, ternyata korban itu merupakan pelajar yang duel satu lawan satu dengan temannya sendiri. Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menjelaskan, peristiwa itu kini masih didalami.


Dia belum bisa membeberkan secara rinci. Tetapi, dari hasil penyelidikan sementara, kronologinya korban yang berada di rumah sakit mengaku sebagai korban klithih dan tidak mengetahui pelakunya siapa. Tidak hanya itu, korban juga tidak mengetahui kejadiannya di mana dan tidak saling mengenal dengan pelakunya


"Rupanya waktu kami mintai handphone si korban, ditemukan chat-chat-nya ternyata pelaku dan korban saling kenal," ungkapnya kemarin (16/1). Dari hasil penyelidikan chatingan WhatsApp ,dilakukan pemeriksaan dan penangkapan di daerah Bantul.


Diketahui keduanya antara yang diduga menjadi korban dan pelaku berkawan. Pelaku yang sudah diamankan, dimintai keterangan. Dari pengakuan sementara, terduga pelaku keduanya berkelahi.


Perwira polisi ini menambahkan, diduga ada miskomunikasi antara keduanya. Awalnya pelaku datang ke rumah korban, habis itu bersama-sama ke luar. "Di pertengahan jalan terjadi cekcok, namun kedua belah pihak ini sudah menyiapkan celurit masing-masing. Ini pelaku juga sedang kami lakukan pemeriksaan di ruangan ya, nanti akan kami update," tuturnya.


Dia menuturkan, korban mengalami luka di sekitar pinggang belakang itu karena dicelurit oleh pelaku, hingga organ dalamnya keluar. Hal itu lantaran karena saat celurit tertancap, ditarik oleh pelaku.


Riski enggan mengungkapkan identitas keduanya, karena baru ditangani dan dilakukan pendalaman. Namun yang pasti keduanya masih berstatus sebagai pelajar setingkat SMK.
Saat ini korban masih ditangani di sebuah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Jadi duel itu baru kami dapat keterangan dari pelaku. Kami juga belum dapat keterangan dari korban," ucapnya. 


Dikatakan, saat kejadian minim saksi dan hanya mereka berdua. Memang ada satu orang saksi, karena sebenarnya boncengan bertiga. "Tetapi karena kejadian tadi pagi langsung kami lihat ada mencurigakan di WA, kita ambil dulu yang ribut di WA tadi, rupanya mengakui," ujar Riski. 


Untuk permasalahan atau penyebab keduanya duel, masih didalami. Riski mengaku itu masih diselidiki dan belum diketahui secara pasti. Menurutnya, sampai sekarang celuritnya masih dilakukan pencarian karena belum ditemukan. 


Dari keterangan pelaku dan korban, berbeda-beda perihal celurit ini. Keduanya merupakan satu lingkaran pertemanan. "Pelaku luka juga. Bahkan tadi menurut keteranganya, pelaku mau buat LP (laporan polisi, Red) baru. Ya, silakan, karena menurut pelaku dia juga membela diri," tandasnya. (rul/laz)

Editor : Satria Pradika
#Carok Pelajar SMA #Sleman #Korban Klithih #carok