SLEMAN - Jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sleman mengimbau masyarakat tidak panik dengan kenaikan harga sembako.
Karena pemkab telah melaksanakan pasar murah dan operasi pasar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman untuk mengendalikan inflasi sembako.
"Operasi pasar dilakukan sekitar dua bulan lalu, itu yang dateng dari Bulog kayanya mas. Ya lumayan lah membantu rakyat kecil agar harga sembako stabil dan ga menonjol," jelas Sumiyem salah seorang pedagang sembako di pasar Demangan, Sleman pada Minggu (17/12/2023).
Hal tersebut merupakan dampak positif dari adanya program operasi pasar.
Menjelang liburan Nataru, di Pasar Demangan banyak pelapak yang tutup.
Pembeli di pasar tersebut mengalami penurunan.
"Contoh yang awalnya pembeli datang sekitar 50 orang sehari, sekarang jadi 35 orang per hari," ujarnya.
Selain pasar murah, operasi pasar hingga saat ini juga masih dilaksanakan.
"Kami masih melaksanakan operasi pasar khususnya untuk komoditas beras. Kami berkolaborasi dengan pedagang pasar untuk mengamankan harga beras," tuturnya.
Pemerintah juga telah mendata stok bahan pokok.
Terhitung dari akhir bulan November 2023, stok bahan pokok dinilai aman dan cukup.
Mayoritas tempat penyedia beras sudah dinyatakan cukup seperti di pasar, distributor, pelaku usaha maupun toko-toko terkait.
"Kami juga mohon untuk masyarakat agar tidak terlalu panik terkait dengan kenaikan harga. Jangan melakukan panic buying dan berbelanja-lah dengan bijak," tandasnya.
Baca Juga: Vakum di Dunia Akting, Tatjana Saphira Kini Terjun ke Dunia Tarik Suara
Memang terdapat beberapa komoditas yang perlu diwaspadai kenaikan harganya.
Di antaranya adalah harga daging ayam yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan sedikit.
Selain itu, (kenaikan harga) cabe juga perlu diwaspadai, walaupun saat ini (harga) turun, tapi karena faktor musim penghujan, biasanya produksi cabai menurun.
''Selain itu beberapa sayur juga berpotensi rusak karena faktor musim hujan," tandasnya.
Baca Juga: Tak Pernah Cek HP Raffi Ahmad, Nagita Slavina : Emang Gue Sanggup?
Kurnia juga menyampaikan perihal stok gas LPG yang dinilai masih aman.
Pemerintah sebenarnya berwacana akan menambah 10% pemesanan gas dari total kuota tahun 2023.
Tapi karena stok masih aman di masyarakat, jadi sementara masih mengandalkan kuota seperti tahun 2023 sebesar 37 ribu metrik ton atau sekitar 12,4 juta tabung.
"Sampai saat ini di pangkalan ataupun di agen masih cukup banyak stok jadi masyarakat ga perlu khawatir. Minggu ketiga besok kami juga akan memantau ketersediaan stok gas LPG dan BBM bersama dengan Pertamina. Karena BBM cukup menjadi prioritas terutama menjelang liburan Nataru. Tapi insyallah untuk stok aman," tandasnya. (cr5/iwa)
Foto :