Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Mulai Turun, Kekeringan Justru Meluas

Iwan Nurwanto • Jumat, 10 November 2023 | 17:50 WIB

 

PENGAIRAN BELUM MAKSIMAL: Warga melintas di sawah yang mengering dan gagal tanam di kawasan Sumberagung, Moyudan, Sleman, Rabu (1/11). BMKG mencatat sebaran curah hujan di wilayah DIJ belum merata.
PENGAIRAN BELUM MAKSIMAL: Warga melintas di sawah yang mengering dan gagal tanam di kawasan Sumberagung, Moyudan, Sleman, Rabu (1/11). BMKG mencatat sebaran curah hujan di wilayah DIJ belum merata.

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat peningkatan jumlah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Padahal, beberapa waktu lalu wilayah tersebut sempat diguyur hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya memang masih melakukan penyaluran air bersih. Hingga awal November ini ada sembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping. Meliputi Kapanewon Godean meliputi Kalurahan Sidorejo dan Sendangagung. Kemudian Minggir di kalurahan Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, dan Sendangsari.

“Lalu di Kapanewon Moyudan meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumbersari. Di Kapanewon Ngaglik meliputi Kalurahan Donoharjo dan Sukoharjo. Serta di Pakem di kalurahan Hargobinangun,’’ jelasnya.

 Kapanewon Seyegan juga kekurangan air bersih meliputi kalurahan Margodadi dan Margokaton. Lalu di kapanewon Sleman meliputi kalurahan Tridadi dan Triharjo. Kemudian juga kapanewon Tempel meliputi kalurahan Banyurejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Serta kapanewon Turi di kalurahan Wonokerto.

 Sementara jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 3.625 kepala keluarga dengan jumlah 13.786 jiwa."Total sudah 3.460.900 liter yang kami salurkan,’’ terangnya.

 Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono menyampaikan, saat ini sebagian wilayah di Jogjakarta sudah mengalami turun hujan. Namun beberapa wilayah lainnya juga tengah mengalami masa pancaroba.

 Dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah di Jogjakarta juga memiliki potensi diguyur hujan. Untuk peluang hujan kurang dari 20 mm diperkirakan terjadi dengan probabilitas 50 sampai 90 persen.

 Kemudian peluang hujan kurang dari 50 mm diperkirakan terjadi dengan probabilitas 80 sampai 90 persen. Lalu, untuk peluang hujan kurang dari 100 mm kemungkinan terjadi dengan probabilitas lebih dari 90 persen.

"Sementara untuk peluang kejadian hujan lebih dari 100 mm diperkirakan terjadi dengan probabilitas kurang dari 10 persen," terangnya. (inu/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Kapanewon Seyegan #Sleman #air bersih