SLEMAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menyebut kenaikan harga gula pasir disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya karena minimnya ketersediaan gula lokal. Lantaran produksi di pabrik gula Madukismo sudah berhenti.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan, berhentinya produksi gula di Madukismo memang sudah menjadi rutinitas tahunan.
Akibat dari hal itu, banyak pedagang gula di kabupaten Sleman yang mengandalkan pasokan dari luar daerah. Seperti dari wilayah Jawa Timur.
Menurut Nia sapaanya, kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap harga gula di kabupaten Sleman. Lantaran harga dari distributor juga sudah tinggi akibat terbebani biaya distribusi.
Baca Juga: Asyik Bikin Konten, Pelajar SMP di Berau Kaltim Tewas Terseret Arus Sungai
Dari hasil pantauan pihaknya di delapan pasar tradisional, harga gula pasir rata-rata menyentuh kisaran Rp. 15 sampai 16 ribu per kilogram.
Harga jual di warung kelontong menurutnya dapat lebih tinggi, karena ada margin keuntungan yang diterapkan pedagang.
"Untuk saat ini produksi Madukismo sementara sudah selesai, kalau tidak salah sejak bulan September. Sehingga berpengaruh terhadap harga gula," ujar Nia kepada Radar Jogja, Selasa (31/10).
Dia menyebut, pada akhir tahun mendatang atau libur natal dan tahun baru juga kemungkinan besar harga gula dan kebutuhan pokok lain lebih tinggi lagi. Penyebabnya karena meningkatnya permintaan.
Baca Juga: Berkenalan dengan Istilah Open Minded, Ini Yang Dapat Dilakukan Untuk Bisa Mencapainya...
Meskipun demikian, Nia meminta agar masyarakat tidak perlu panik dengan situasi tersebut. Karena dipastikan, untuk ketersediaan gula di kabupaten Sleman masih aman.
Bahkan pada pertengahan bulan November nanti Pemkab Sleman juga akan melaksanakan operasi pasar murah. Yang dimana untuk komoditas gula akan dijual lebih murah dari harga pasaran.
"Untuk stok gula kami pastikan masih aman, hanya memang harga dari supplier atau produsen sudah tinggi," tegas Nia.
Secara terpisah, Tisa yang merupakan salah satu pedagang warung makan di Sleman berharap harga gula bisa turun. Pasalnya, gula merupakan komoditas penting untuk barang jualannya.
"Jika harga gula tidak kunjung turun, kemungkinan ada kenaikan harga untuk minuman yang mengandung gula," katanya. (inu)
Editor : Bahana.