RADAR JOGJA - Jumlah anak balita di Bumi Sembada yang menderita stunting tergolong cukup banyak. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman 2022 setidaknya ada 3.499 anak yang menderita penyakit kurang gizi itu. Pemkab Sleman pun berupaya menurunkan kasus stunting sebesar 14 persen pada tahun ini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih mengatakan, prevalensi stunting di kabupaten Sleman pada 2022 sebesar 6,88. Jika dihitung dari jumlah jiwa, ada sekitar 3.499 balita di Sleman yang menderita penyakit kekurangan gizi tersebut.
Sementara untuk tahun ini, Esti mengaku, pihaknya belum memiliki data karena pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita baru akan dilakukan pada Oktober nanti. Kemudian hasilnya baru dapat dipublikasikan pada November mendatang."Pada 2023 belum bisa dipublikasikan karena belum validasi. Namun kami targetkan untuk prevalensi stunting di Sleman bisa kurang dari enam pada tahun ini," ujar Esti kepada Radar Jogja, Jumat (1/9/23).
Terkait dengan penurunan stunting dalam hal jumlah jiwa, dia menyebut, bahwa hal itu tidak dapat dipastikan begitu saja. Karena jumlah balita di Sleman bersifat dinamis. Bisa saja berkurang karena anak sudah lulus sebagai balita, berpindah tempat tinggal, serta berbagai faktor lainnya. "Jadi yang paling pas memang bicaranya adalah prevalensi buka jumlah absolut," sambung Esti.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, dalam upaya menurunkan kasus stunting di Sleman pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui kegiatan tersebut diaharapkan dapat meningkatkan kepedulian, wawasan serta menggerakkan seluruh perangkat daerah dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Sleman.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Sleman mengalami penurunan dari 16 persen di tahun 2021 menjadi 15 persen di tahun 2022. Sedangkan target tahun 2023 ini pemkab berharap dapat turun menjadi angka 14 persen."Saya berharap capaian ini semakin memotivasi kita untuk terus menurunkan angka stunting di kabupaten Sleman hingga mencapai zero stunting," ucap Kustini. (inu/pra)
Editor : Satria Pradika