RADAR JOGJA - Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menuturkan, ada 56 mahasiswa yang mengalami keracunan makanan. Total terdata 56 mahasiswa yang mendapatkan perawatan intensif ke sejumlah rumah sakit. Berdasarkan laporan yang sama, kejadian keracuan berlangsung pada 16.57 WIB, Jumat (18/8).
Evakuasi, lanjutnya, melibatkan sejumlah pihak. Tepatnya, di lapangan Kompleks Yonif 403/Wirasada Pratista.
Detail evakuasi rujukan di antaranya sebanyak 5 mahasiswa ke RSUP Dr Sardjito, 7 mahasiswa ke RS Condongcatur, 26 mahasiswa ke Jogja International Hospital, 13 mahasiswa ke RSA UGM, 4 mahasiswa ke RS Hermina, dan 1 mahasiswa ke Klinik Praktek Siaga.
“Data ini update 18.52 WIB dengan evakuasi oleh tim relawan gabungan. Total 56 mahasiswa yang sudah dirujuk ke sejumlah rumah sakit,” jelasnya melalui sambungan telepon, Jumat (18//8).
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas. RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan melaporkan pihaknya merawat 15 pasien. Semuanya dirawat melalui Instalasi Gawat Darurat. Dari total tersebut, 13 diantaranya mendapatkan penanganan dan pemantauan di ruang rawat inap.
“Dua pasien masih pemantauan dan penanganan di IGD. Semua pasien sudah kita tangani sesuai tata laksana keluhan yang muncul pada pasien tersebut,” katanya.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa angkatan 2023 UPN Veteran Jogjakarta dilaporkan keracuan makanan saat mengikuti kegiatan outbond Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) di kawasan Kentungan, Sleman. Total ada sekitar 700 mahasiswa lintas fakultas yang mengikuti kegiatan ini. Hanya saja belum diketahui secara pasti jumlah mahasiswa yang mengalami keracunan.
Kasubag Kerjasama dan Humas UPN Markus Kusnardijanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Dugaan sementara, penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi saat outbond. Gejalanya adalah mengalami mual-mual dan muntah.
“Acara giat maba pengenalan kehidupan kampus bela negara (PKKBN). Acara hari ini di beberapa tempat ada di AAU, Kopasgat dan 403. Kabar keracunan di 403, betul tapi masih kita sisir lihat perkembangannya, yang ikut kegiatan disana kurang lebih 700. Jumlah yang keracunan belum ada data, baru udapte ke rumah sakit,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/8). (dwi)