Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Lahar Hujan Merapi Meningkat, Warga Diminta Antisipasi Abu Vulkanik

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Rekomendasi Resmi BPPTKG: Sektor Selatan dan Barat Daya Merapi Siaga Tinggi
ILUSTRASI: Rekomendasi Resmi BPPTKG: Sektor Selatan dan Barat Daya Merapi Siaga Tinggi

Advertisement

SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi masih belum turun. Hingga akhir Oktober 2026, gunung api paling aktif di Indonesia itu tetap berada pada status Siaga atau Level III.

Kepastian status tersebut tertuang dalam laporan resmi MAGMA-VAR edisi 31 Oktober 2026. Laporan itu dirilis oleh Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Yogyakarta.

Periode pengamatan yang dilaporkan cukup panjang, yakni selama 24 jam penuh. Mulai dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Advertisement

Secara geografis, Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut. Posisinya berada di perbatasan empat kabupaten, yaitu Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah.

Dari sisi meteorologi, cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dan mendung sepanjang hari. Angin bertiup dengan kecepatan lemah hingga sedang. Arah hembusan dominan mengarah ke utara dan ke barat.

Suhu udara tercatat cukup sejuk hingga hangat. Berada pada rentang 17,3 sampai 24,7 derajat Celcius. Kelembaban udara sangat tinggi, yakni 76,9 persen hingga 100 persen, dengan tekanan udara 875,5 sampai 922,8 mmHg.

Advertisement

Kondisi lembab itu berpengaruh pada penampakan visual. Sepanjang hari, gunung tertutup kabut. Klasifikasi visualnya adalah kabut 0-II hingga kabut 0-III, yang berarti puncak sulit terlihat. Asap kawah pun tidak teramati sama sekali.

Meski visual tertutup, instrumen seismik merekam aktivitas internal yang cukup intens. Sejumlah jenis gempa tercatat dengan jumlah yang signifikan selama 24 jam.

Gempa guguran menjadi salah satu yang paling sering terjadi. Tercatat sebanyak 44 kejadian. Amplitudonya antara 2 hingga 21 milimeter, dengan durasi 45,2 detik sampai 201,07 detik. Ini menunjukkan material di kubah lava masih labil.

Selain itu, teramati gempa hembusan sebanyak 3 kali. Amplitudonya cukup besar, yakni 13 sampai 31 milimeter. Durasinya berkisar antara 49,47 hingga 87,52 detik, menandakan adanya pelepasan gas dari dalam kawah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Produksi Susu, Peternak Merapi Dibidik Jadi Pusat Regenerasi Petani Muda

Bukan Sekadar Produksi Susu, Peternak Merapi Dibidik Jadi Pusat Regenerasi Petani Muda

Wakil Menteri Pertanian Wamentan RI Letjen TNI M. Saleh Mustofa meresmikan unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo di Dusun Suruh, Desa Banyudadem, Kecamatan Srumbung, Kamis (29/10/2026).

Potensi Bahaya Merapi Pagi Ini, Kali Boyong Hingga Bebeng Masuk Zona Waspada Guguran Lava Pijar

Potensi Bahaya Merapi Pagi Ini, Kali Boyong Hingga Bebeng Masuk Zona Waspada Guguran Lava Pijar

Update aktivitas Gunung Merapi 30 Oktober 2026 periode 00.00-06.00 WIB. BPPTKG mencatat 14 kali gempa guguran dan 15 gempa hybrid. Gunung Merapi berstatus Level III Siaga, masyarakat diimbau patuhi radius bahaya.

Status Merapi Terbaru, BPPTKG Peringatkan Potensi Awan Panas dan Lahar Hujan

Status Merapi Terbaru, BPPTKG Peringatkan Potensi Awan Panas dan Lahar Hujan

Gunung Merapi bertahan di Level III (Siaga) pada 29 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 25 kali gempa hybrid dan 10 guguran. Warga diimbau jauhi area bahaya sungai Boyong, Krasak, hingga Gendol dari ancaman awan panas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer