Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Java Volume Art, Usaha Furnitur yang Usung Semangat Keberlanjutan Lingkungan

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Ramah Lingkungan: Founder Java Volume Art, Rieke Rinawati Arum Kusumo. Dokumentasi pribadi
Ramah Lingkungan: Founder Java Volume Art, Rieke Rinawati Arum Kusumo. Dokumentasi pribadi 

Advertisement

SLEMAN – Java Volume Art, usaha furnitur dan dekorasi asal Sleman, mengandalkan material alami dan limbah kayu, akar hingga serpihan kayu untuk menghasilkan produk berstandar global. Selain menembus pasar internasional, usaha ini menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan bahan baku legal dan ramah lingkungan.

Founder Java Volume Art Rieke Rinawati Arum Kusumo menjelaskan, sudah menjalankan tanggung jawab untuk menyerahkan geotagging atau titik tempatnya mengambil material kayu. Dia tidak serta-merta asal menggunakan bahan baku, tetapi hanya mengambil di lahan-lahan yang akan dilakukan penanaman kembali. Hal ini untuk mencegah terjadinya deforestasi. 

"Kami memiliki sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian atau SVLK dan sekarang juga mau ada European Union Deforestation Regulation atau EUDR," katanya, Kamis (29/10/2026). 

Java Volume Art juga mengoptimalkan bahan baku yang ada, termasuk menggunakan limbah-limbah sisa sehingga kayu yang dibuang sangat minim. Mereka juga memakai batang pohon maupun dahan yang hanyut dari limbah sungai atau akrab disebut driftwood. Sampai dengan memanfaatkan ranting-ranting pohon yang lebih cepat bertumbuh. 

"Desain-desain kami juga yang berkelanjutan, dalam artian menggunakan desain yang organik," imbuhnya. 

Advertisement

Produknya sudah menembus pasar global di berbagai negara. Mulai dari Prancis, Spanyol, Abu Dhabi, Italia, Dubai, sampai dengan Austria. Meski demikian, Rieke menegaskan, harga produknya tetap kompetitif. Untuk produk dekorasi bisa dibeli mulai Rp 100 ribu sementara harga tertinggi karyanya bisa sampai Rp 25 juta. 

Rieke menilai, memang banyak pengusaha furnitur lain yang memakai bahan-bahan natural seperti dirinya. Hanya, Java Volume Art menawarkan konsep dan detail dalam setiap produk. Dia terus melakukan riset pada setiap negara yang akan disasar maupun maupun dalam pengembangan pasar lokal. Hal ini untuk mengetahui selera pasar, desain yang tengah diminati, hingga kemampuan daya belinya. 

"Kami terus mencoba menciptakan hal-hal baru yang cantik. Jadi memang lebih ke detail dan tentunya pasti berkualitas," imbuhnya. 

Bagi pelanggan yang ingin melihat langsung atau membeli karya Java Volume Art bisa datang ke gerainya di Tirtomartani, Kalasan maupun di Jogotirto, Berbah. Produk-produk yang pernah dibuat juga bisa dilihat di situs javavolumeart.com maupun media sosial Instagramnya java_volumeart. (del/wia) 

Advertisement
Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menjauh Sejenak dari Hiruk Pikuk Kota, Menikmati Kuliner Ndeso di Sajian Kembang Turi Sleman

Menjauh Sejenak dari Hiruk Pikuk Kota, Menikmati Kuliner Ndeso di Sajian Kembang Turi Sleman

Menjauh Sejenak dari Hiruk Pikuk Kota, Menikmati Kuliner Ndeso di Sajian Kembang Turi Sleman

Kembalinya Frederic Injai ke Tengah Lapangan Sangat Penting bagi PSS Sleman 

Kembalinya Frederic Injai ke Tengah Lapangan Sangat Penting bagi PSS Sleman 

Gelandang asing PSS Sleman Frederic Injai akhirnya kembali merumput setelah dibekap cedera panjang sejak awal musim.

Lupakan Kekalahan, Huistra Ingin PSS Sleman Bangkit saat Hadapi Garudayaksa FC 

Lupakan Kekalahan, Huistra Ingin PSS Sleman Bangkit saat Hadapi Garudayaksa FC 

Laskar Sembada masih belum mampu keluar dari tren negatif dan tercecer di papan bawah klasemen sementara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer