Bertahan Lebih dari Dua Dekade, Sentra Pasir Semen Bantulan Sidoarum Godean Perkuat Mutu Produk

SLEMAN - Sentra Industri Pasir Semen Bantulan di Sidoarum, Godean, Sleman, tetap bertahan di tengah persaingan material bangunan modern. Lebih dari dua dekade sejak diresmikan pada 2002, puluhan perajin masih memproduksi loster, paving block, lis profil, patok tanah, batako, hingga buis beton untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Ketua Sentra Industri Pasir Semen Bantulan Gunawan mengatakan, kemampuan menjaga kualitas dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen menjadi kunci keberlangsungan usaha. Selain loster yang berfungsi sebagai ventilasi udara, perajin juga memproduksi pot tanaman berukuran besar dan beragam produk cor untuk kebutuhan konstruksi.
“Permintaan pasar terus berkembang. Karena itu, kami berusaha mempertahankan kualitas sekaligus menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen agar usaha perajin tetap berjalan,” ujar Gunawan saat ditemui Sabtu (24/10).
Baca Juga: DPRD Bantul Desak Pemerintah Pusat unutk Evaluasi Aturan Penggunaan BBM Nonsubsidi oleh Damkarmat
Di sisi lain, perajin menghadapi tantangan ketersediaan bahan baku pasir yang kini harus didatangkan dari daerah lain. Kondisi tersebut menambah pertimbangan biaya produksi, sementara kualitas produk tetap harus dijaga.
Bagi Gunawan, kekompakan antarpelaku usaha juga menjadi modal penting untuk mempertahankan sentra. Selain menjadi sumber penghidupan keluarga, industri ini turut menjaga keterampilan produksi yang diwariskan antargenerasi.
Paguyuban Sumber Rejeki yang menaungi sentra tersebut bersiap menyambut usia ke-25 pada 2027. Momentum itu diharapkan memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong perkembangan usaha para perajin.
Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Kekeringan, SAPMA PP DIY Salurkan Air Bersih di Nglipar Gunungkidul
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Dwi Wulandari menekankan pentingnya peningkatan mutu produk untuk memperkuat daya saing. Persaingan dengan pelaku usaha sejenis menuntut perajin menjaga kualitas sekaligus menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
“Kesepakatan mengenai standar harga di antara perajin penting untuk menjaga persaingan tetap sehat dan menghindari perang harga,” ujarnya.
Disperindag Sleman juga mendorong penguatan kelembagaan paguyuban dan perluasan pemasaran. Upaya tersebut dapat didukung melalui pelatihan pemasaran digital serta fasilitasi pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk merek dagang, melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Kebutuhan pembangunan yang terus berjalan juga membuka peluang pasar bagi produk sentra tersebut. Wulan berharap produk para perajin dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk peluang menjadi pemasok dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai kebutuhan, persyaratan, dan ketentuan yang berlaku. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




