Merapi Gugurkan Lava 15 Kali Pagi Ini, Status Tetap Siaga Level III, Warga Diminta Selalu Waspada

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup dinamis pagi ini. Gunung paling aktif di Indonesia itu masih berada dalam status yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan laporan resmi MAGMA-VAR atau Volcanic Activity Report. Laporan yang dirilis oleh Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Periode pengamatan adalah Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, gunung ini melintasi empat kabupaten. Yakni Sleman di DIY, serta Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah.
Bagaimana kondisi meteorologinya? Cuaca di sekitar puncak terpantau mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang. Arah angin mengarah ke utara dan barat.
Suhu udara tercatat 19,9 hingga 20,4 derajat Celcius. Kelembabannya sangat tinggi, mencapai 95,5 sampai 100 persen. Tekanan udaranya berada di kisaran 872,7 hingga 918,2 mmHg.
Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut. Tingkat kekabutan masuk kategori 0 hingga III. Artinya kadang terlihat, kadang tertutup total. Asap kawah tidak teramati atau nihil.
Yang paling penting adalah data kegempaan. Ini yang menjadi indikator utama suplai magma. Pada periode enam jam ini, ada beberapa jenis gempa yang terekam.
Pertama adalah gempa guguran. Tercatat sebanyak 15 kali kejadian. Amplitudonya 2 hingga 11 mm. Durasinya cukup panjang, 35,63 sampai 195,17 detik. Ini menandakan material lava masih meluncur dari puncak.
Kedua ada tremor non-harmonik. Tercatat 1 kali. Amplitudonya cukup besar, 19 mm. Durasinya 81,31 detik. Tremor jenis ini sering terkait dengan pergerakan fluida magma.
Ketiga, ada gempa hybrid atau fase banyak. Ini cukup banyak, tercatat 10 kali. Amplitudonya 3 sampai 25 mm. S-P 0,2 hingga 0,9 detik. Durasinya 17,64 sampai 46,58 detik. Gempa hybrid menunjukkan adanya akumulasi tekanan magma.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




