Kecewa Hasil Audiensi, Ormas Islam Akan Gelar Tablig Akbar Bersamaan Konser Andrea Bocelli

SLEMAN - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam kembali mendatangi Kantor PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Jumat (13/10). Aksi ini tindak lanjut atas aksi sepekan sebelumnya untuk meminta kepastian atas pembatalan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur 31 Oktober nanti.
Massa sekitar 300 orang ini melakukan penolakan karena musisi asal Italia tersebut disinyalir berafiliasi Israel dan beberapa kali konser bekerja sama dengan Israel Defence Forces (IDF). Hal ini dinilai bertentangan dengan nilai-nilai negara Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan mendukung Palestina.
Baca Juga: 15 Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, PT TWC Tunggu Keputusan Pemerintah
Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Magelang, Sunandar Seno Saputro mengaku kecewa dengan audiensi kali ini. PT TWC menjanjikan jawaban dalam satu minggu, tetapi kini mereka kembali tidak mendapat kepastian dan hanya diberikan jawaban normatif. Dalam forum ini justru membas persepsi masing-masing atas musisi asal Italia tersebut.
"Tidak memuaskan. Kami juga tidak mau dapat penjelasan terkait Andrea Bocelli. Punya persepsi sendiri-sendiri, itu tidak bisa dipertemukan," katanya ditemui usai audiensi.
Untuk itu dengan dukungan 36 ormas Islam mulai dari FPI, Front Jihad Islam, dan Kandang Jawara mereka menuntut hal yang berbeda. Pada tanggal dan waktu yang sama dengan konser Andrea Bocelli, massa berencana untuk menggelar tabligh akbar.
Seno menilai itu adalah langkah paling bijak karena kumpulan ormas Islam yang menamakan diri Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam (Forbes RUI) ini tidak mungkin melakukan tindak anarkis dan membuat demonstrasi besar-besaran. "Kami juga menjaga destinasi wisata Borobudur. Makanya kegiatan apa yang sekiranya bisa adem ayem," tegasnya.
Dia menegaskan, tabligh akbar ini bukan tandingan dari konser, tetapi bentuk ikhtiar dan kekecewaan mereka. Khususnya pada negara selaku pemberi izin dan tetap memaksakan kehadiran musisi yang sudah banyak ditolak ini.
"Kalau negara tidak bisa berpihak pada kami, kami serahkan sama Allah dalam bentuk bermunajat," imbuhnya.
Ketika nantinya konser Bocelli ternyata tidak jadi diselenggarakan, dia sebut tabligh akbar tidak perlu dilakukan. Apabila nanti justru PT TWC tidak memberi izin untuk acara mereka, Seno mengancam akan membuat aksi langsung sebagai respons penolakan tuntutan ini. "Kalau untuk audiensi, saya kira sudah terakhir ini ya," kata Seno.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




