Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Merapi Terkini, BPPTKG Catat 3 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Boyong

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Gunung Merapi Hari Ini 16 Oktober 2026: Status Siaga, Lava Pijar Capai 2,5 Km.
ILUSTRASI: Gunung Merapi Hari Ini 16 Oktober 2026: Status Siaga, Lava Pijar Capai 2,5 Km.

Advertisement

 SLEMAN - Pagi yang tenang di kawasan puncak Gunung Merapi menyisakan keheningan yang sarat ketegangan. Aktivitas vulkanik sang gunung megah ini kembali menunjukkan pergerakan nyata yang membawa pesan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitarnya.

​Berdasarkan laporan resmi BPPTKG pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, status Gunung Merapi masih kokoh bertahan pada Level III atau Siaga. Ancaman guguran lava pijar maupun awan panas guguran tetap membayangi kawasan lereng.

​Dalam kurun waktu pengamatan selama enam jam sejak tengah malam, tim ahli mencatat terjadi tiga kali guguran lava. Lelehan batu membara tersebut meluncur deras menelusuri alur Kali Boyong dengan jarak sejauh 2.500 meter.

Advertisement

​Dari segi visual, gunung yang membentang di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini terlihat sangat jelas. Asap kawah berwarna putih tipis teramati membumbung lemah setinggi 100 meter di atas puncak kawah.

​Suasana langit cerah dan angin tenang ke arah barat melingkupi kawasan pegunungan. Suhu udara tercatat cukup sejuk di angka 19,1 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 52,9 persen.

​Namun, di balik ketenangannya yang nampak dari luar, perut Merapi sesungguhnya masih bergejolak hebat. Perekam kegempaan mendeteksi 13 kali gempa guguran dengan amplitudo bervariasi serta durasi hingga 163 detik.

Advertisement

​Selain gempa guguran, terdeteksi pula 21 kali gempa fase banyak atau hibrid dalam periode yang sama. Catatan kegempaan ini mengindikasikan bahwa suplai magma segar dari dalam perut bumi masih berlangsung secara konsisten.

​Merespons dinamika vulkanik yang masih tinggi, BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di dalam daerah potensi bahaya. Sektor selatan hingga barat daya menjadi area paling krusial yang wajib diwaspadai.

​Aliran Sungai Boyong berpotensi terancam hingga radius lima kilometer dari puncak kawah. Sementara alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki jarak bahaya yang lebih jauh, yaitu mencapai maksimal tujuh kilometer.

​Pada sektor tenggara, ancaman bahaya mengintai alur Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material pijar bahkan sanggup menjangkau radius tiga kilometer.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Antrean BBM Mengular hingga 1 Km di Bali, Warga Tidur di Trotoar dan Mulai Bangkit Melawan

Antrean BBM Mengular hingga 1 Km di Bali, Warga Tidur di Trotoar dan Mulai Bangkit Melawan

Antrean BBM di Bali mencapai lebih dari 1 kilometer. Warga Denpasar tidur di trotoar menunggu truk tangki. Simak penyebab kelangkaan, respons Pertamina, dan aksi rakyat yang menuntut stabilisasi pasokan.

 Ditetapkan Tersangka Pemerkosaan, Gus Nurul Balik Laporkan Keluarga Korban ke Polresta Sleman

Ditetapkan Tersangka Pemerkosaan, Gus Nurul Balik Laporkan Keluarga Korban ke Polresta Sleman

Gus Nurul, tersangka kasus dugaan pemerkosaan di Sleman, melaporkan sejumlah anggota keluarga FN ke Polresta Sleman atas dugaan pengancaman dan pemerasan.

Rudal Balistik Hantam Gedung Saudi Aramco di Dhahran, 3 Lantai Rusak Terbakar

Rudal Balistik Hantam Gedung Saudi Aramco di Dhahran, 3 Lantai Rusak Terbakar

Gedung administrasi Saudi Aramco di Dhahran diserang rudal balistik pada 13 Oktober. Tiga lantai menara rusak dan memicu kebakaran. Tidak ada korban jiwa, namun keamanan pasokan energi global kembali terancam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer