Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pantauan Terbaru Merapi 13 Oktober 2026, Lava Gunung Merapi Mengarah ke Kali Sat

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Pagi Ini, Merapi Muntahkan 7 Kali Guguran Lava ke Kali Putih, Warga Diimbau Ekstra Waspada.
ILUSTRASI: Pagi Ini, Merapi Muntahkan 7 Kali Guguran Lava ke Kali Putih, Warga Diimbau Ekstra Waspada.

Advertisement

 SLEMAN - Pagi yang tenang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menyapa warga, namun Gunung Merapi tak pernah benar-benar tertidur. Pada Selasa (13/10/2026) pagi, gunung kebanggaan masyarakat ini kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang menggetarkan. Laporan terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) seolah menjadi pengingat bahwa alam selalu memiliki cara tersendiri untuk berbicara kepada manusia.

​Hembusan angin pagi yang bertiup tenang ke arah barat membawa serta udara sejuk dengan suhu berkisar antara 17,8 hingga 19 derajat Celcius. Cuaca di sekitar puncak Merapi tampak cerah berawan, memamerkan keindahan siluet gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut. Kelembaban udara yang cukup tinggi mengiringi kepulan asap kawah berwarna putih tipis yang membumbung setinggi 200 meter di atas puncaknya.

​Namun, di balik lanskap visual yang memanjakan mata itu, tersimpan gejolak magma yang tak kasat mata. Sepanjang periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung ini memuntahkan material pijarnya. Tercatat setidaknya ada tujuh kali guguran lava yang meluncur gagah membelah lereng menuju aliran Kali Sat atau Kali Putih.

Advertisement

​Luncuran lava ini bukanlah fenomena yang bisa dipandang sebelah mata, sebab jarak luncurnya mencapai maksimal 2.000 meter atau dua kilometer dari titik kawah. Pemandangan ini mengisyaratkan bahwa aliran material vulkanik masih terus mencari jalannya ke bawah, merayapi tepian sungai purba yang mengiris lambung Merapi.

​Kegelisahan perut Merapi juga terekam jelas pada perangkat seismograf. Guncangan halus akibat runtuhnya material atau gempa guguran terjadi sebanyak 22 kali. Durasi gempa yang berkisar antara 50 hingga nyaris 190 detik ini menjadi tanda bahwa batuan pijar secara konstan terus gugur di atas sana, membentuk kubah lava yang perlahan meretak dan runtuh.

​Tidak hanya gempa guguran, kegempaan hybrid atau fase banyak pun tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 30 kali kejadian. Munculnya satu kali gempa vulkanik dangkal semakin mempertegas konfirmasi dari para ahli geologi: suplai magma dari dapur perut bumi menuju ke permukaan masih berlangsung dengan intensitas yang patut diwaspadai.

Advertisement

​Dengan serangkaian aktivitas tersebut, hingga detik ini, Gunung Merapi masih teguh bertengger pada Tingkat Aktivitas Level III atau Siaga. Status ini bukanlah sekadar label, melainkan sebuah seruan peringatan yang beresonansi kuat bagi keselamatan ribuan nyawa di Sleman, Magelang, Boyolali, hingga Klaten.

​Ancaman terbesar saat ini masih berwujud guguran lava dan awan panas yang bisa menerjang sewaktu-waktu. Untuk sektor selatan dan barat daya, aliran mematikan tersebut berpotensi menyapu Sungai Boyong sejauh lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak jangkauan maksimal hingga tujuh kilometer.

​Sementara itu, wilayah sektor tenggara juga tidak luput dari pemetaan zona merah. Sungai Woro menjadi titik waspada hingga radius tiga kilometer, dan Sungai Gendol membentang bahaya hingga lima kilometer. Tak lupa, ancaman lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif diprediksi mampu menjangkau radius tiga kilometer melingkari puncak kawah.

​Demi merawat nyawa dan menjaga keluarga tercinta, BPPTKG dengan tegas merekomendasikan agar masyarakat menahan diri dari segala bentuk aktivitas di dalam area potensi bahaya tersebut. Gemuruh Merapi adalah pengingat agar manusia mau menepi sejenak dari zona kekuasaannya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktivitas Gunung Merapi Terbaru: Guguran Lava Meluncur 1,7 Km ke Kali Putih

Aktivitas Gunung Merapi Terbaru: Guguran Lava Meluncur 1,7 Km ke Kali Putih

Gunung Merapi kembali muntahkan guguran lava sejauh 1,7 kilometer ke arah Kali Putih. BPPTKG menetapkan status Siaga (Level III). Warga di sekitar lereng Merapi diimbau waspada potensi awan panas dan banjir lahar.

Merapi Gugurkan Lava 2 Km ke Barat Daya, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam Pagi Ini

Merapi Gugurkan Lava 2 Km ke Barat Daya, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam Pagi Ini

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Dua guguran lava meluncur hingga 2 kilometer ke arah barat daya, sementara puluhan gempa vulkanik terekam dalam enam jam terakhir.

Merapi Luncurkan 4 Guguran Lava 1800 Meter, Status Siaga Pagi Ini Masih Bertahan

Merapi Luncurkan 4 Guguran Lava 1800 Meter, Status Siaga Pagi Ini Masih Bertahan

Merapi kembali luncurkan 4 guguran lava sejauh 1800 meter ke barat daya pada 11 Oktober 2026 pagi. BPPTKG catat 38 gempa, status tetap Level III Siaga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer