Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Status Gunung Merapi Hari Ini 12 Oktober 2026, Gempa Vulkanik dan Guguran Masih Mendominasi

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Merapi Belum Tidur, Hembusan Asap Tipis dan Puluhan Gempa Kembali Getarkan Lereng Mataram
ILUSTRASI: Merapi Belum Tidur, Hembusan Asap Tipis dan Puluhan Gempa Kembali Getarkan Lereng Mataram

Advertisement

 SLEMAN - Di balik megahnya lanskap Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Gunung Merapi kembali menunjukkan bahwa dirinya belum benar-benar terlelap. Pesona alam yang menenangkan di pagi hari rupanya menyimpan ritme gejolak alam yang patut diwaspadai oleh setiap jiwa yang bermukim di sekitarnya.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, cuaca di sekitar lereng terpantau cukup dinamis pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Langit yang semula cerah perlahan berubah berawan hingga mendung, diiringi hembusan angin tenang yang bertiup lembut ke arah timur, menyapu wajah para penduduk dengan suhu udara yang berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celcius.

Secara kasat mata, tubuh gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini tampak berdiri gagah, meski sesekali wajahnya diselimuti kabut tebal berskala 0-II hingga 0-III. Dari kejauhan, terlihat hembusan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tipis yang membumbung setinggi 15 meter, seolah menjadi napas pelan dari raksasa yang enggan diusik.

Advertisement

Namun, pesona teduh di permukaan itu ternyata berbanding terbalik dengan apa yang sedang terjadi di dalam perut buminya. Instrumen seismik pencatat detak jantung gunung membeberkan realita kegempaan yang membuat kita harus menahan napas dan meningkatkan kembali kewaspadaan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat bahwa dalam kurun waktu enam jam tersebut, Merapi telah melepaskan 17 kali gempa guguran. Runtuhan batuan pijar yang tak kasat mata dari balik kabut ini memiliki durasi yang cukup menggetarkan, yakni mencapai 38,81 hingga 139,66 detik.

Advertisement

Tak hanya guguran, aktivitas di zona dangkal pun menunjukkan pergerakan yang tak kalah intens. Terekam tujuh kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, disusul oleh enam kali gempa Vulkanik Dangkal yang menandakan desakan energi fluida masih terus meronta mencari celah menuju permukaan kawah.

Catatan kegempaan pagi hingga siang itu juga ditutup dengan terekamnya satu kali gempa Tektonik Jauh yang berdurasi 43,03 detik. Rentetan data seismik yang rapat ini menjadi alarm alamiah yang secara tegas mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik sang raksasa api masih sangat fluktuatif.

Tim penyusun laporan BPPTKG, Suratno dan Yulianto, melalui data pemantauan tersebut menegaskan bahwa suplai magma dari kedalaman masih terus berlangsung. Aliran magma yang tak terputus inilah yang sewaktu-waktu dapat memicu tumpahan awan panas guguran yang mematikan dan meluluhlantakkan apa saja di jalurnya.

Atas dasar desakan magma dan tingginya intensitas gempa tersebut, status Gunung Merapi hingga detik ini masih terkunci rapat pada Level III atau Siaga. Ketetapan ini mengikat empat wilayah penyangganya, yakni Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, untuk tidak mengendurkan langkah kesiapsiagaan mereka.

Ancaman bahaya paling nyata saat ini masih mengintai kawasan sektor selatan hingga barat daya lereng gunung. Material vulkanik bersuhu tinggi siap meluncur menerjang aliran Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer, serta kawasan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Gugurkan Lava 2 Km ke Barat Daya, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam Pagi Ini

Merapi Gugurkan Lava 2 Km ke Barat Daya, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam Pagi Ini

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Dua guguran lava meluncur hingga 2 kilometer ke arah barat daya, sementara puluhan gempa vulkanik terekam dalam enam jam terakhir.

Sepanjang 24 Jam pada 11 Oktober 2026, di Gunung Merapi Terjadi 83 Gempa Guguran dan 74 Gempa Hybrid

Sepanjang 24 Jam pada 11 Oktober 2026, di Gunung Merapi Terjadi 83 Gempa Guguran dan 74 Gempa Hybrid

Pada 11 Oktober 2026, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas signifikan dengan 6 kali guguran lava ke arah barat daya. Status tetap Siaga Level III, warga diimbau menjauhi zona bahaya.

Merapi Sore Ini Tertutup Kabut, 41 Kali Gempa Terjadi Status Tetap Siaga

Merapi Sore Ini Tertutup Kabut, 41 Kali Gempa Terjadi Status Tetap Siaga

Merapi sore 11 Oktober 2026 tertutup kabut tebal, BPPTKG catat 41 kali gempa. Status Level III Siaga dipertahankan, potensi awan panas 7 km.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer