Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Merapi Hari Ini, Cuaca Cerah Tapi Seismik Tinggi, Warga Diminta Jauhi Sungai Berbahaya

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Update Merapi Hari Ini, Cuaca Cerah Tapi Seismik Tinggi, Warga Diminta Jauhi Sungai Berbahaya
Update Merapi Hari Ini, Cuaca Cerah Tapi Seismik Tinggi, Warga Diminta Jauhi Sungai Berbahaya

Advertisement

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan kegelisahannya. Di balik langit cerah yang menyelimuti puncak setinggi 2.968 mdpl itu, dapur magma di perut bumi masih bergolak dan belum memberi tanda untuk benar-benar tenang.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 17 September 2026, aktivitas vulkanik Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini bukan tanpa alasan, rentetan data kegempaan dalam 24 jam terakhir cukup mengkhawatirkan.

Sepanjang pengamatan kemarin, cuaca di sekitar Merapi terpantau cukup bersahabat. Langit silih berganti cerah, berawan hingga mendung tipis. Angin berhembus tenang ke arah barat dengan suhu sejuk 14,9 hingga 26 derajat Celcius. Namun ketenangan itu hanya di permukaan.

Advertisement

Secara visual, tubuh gunung terlihat jelas meski sesekali diselimuti kabut tipis hingga tebal. Dari kawah puncak, teramati hembusan asap putih tipis bertekanan lemah setinggi sekitar 10 meter. Asap itu tampak sepele, tapi menjadi penanda bahwa Merapi masih bernapas.

Yang paling menjadi perhatian adalah kegempaan. Dalam satu hari, alat seismograf mencatat 57 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-21 mm dan durasi hingga lebih dari 3 menit. Getaran ini menandakan material di kubah lava terus bergerak tidak stabil.

Advertisement

Tidak hanya itu, tercatat pula 68 kali gempa hybrid atau fase banyak, 1 kali gempa vulkanik dangkal, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Kombinasi gempa hybrid yang begitu dominan menjadi sinyal kuat bahwa suplai magma dari dalam masih terus berlangsung dan mendorong kubah lava.

Puncaknya, petugas di lapangan mengamati langsung 3 kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya, tepatnya ke Kali Sat atau Kali Putih dan Kali Krasak. Jarak luncurnya tidak main-main, mencapai 2.000 meter dari puncak.

Luncuran sejauh dua kilometer ini menjadi pengingat betapa berbahayanya zona di selatan-barat daya Merapi. Jika guguran lava ini bertemu dengan material yang lebih besar dan tidak stabil, bukan tidak mungkin akan memicu awan panas guguran yang lebih besar.

Oleh karena itu, BPPTKG masih mempertahankan rekomendasi bahaya yang sama. Potensi bahaya guguran lava dan awan panas masih terkonsentrasi di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, ancaman masih membayangi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Untuk lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif, radius 3 kilometer dari puncak harus benar-benar steril dari aktivitas warga.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Cuma Datang Saat Bencana, Ini Pesan Penting Jusuf Kalla untuk PMI DIY di Tengah Pelantikan

Bukan Cuma Datang Saat Bencana, Ini Pesan Penting Jusuf Kalla untuk PMI DIY di Tengah Pelantikan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menegaskan penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, dengan PMI berperan sebagai penghubung antara masyarakat maupun perusahaan yang ..

BPBD Kota Jogja Perkuat Notifikasi Peringatan Dini Bencana lewat Informasi WhatsApp dan Seluler

BPBD Kota Jogja Perkuat Notifikasi Peringatan Dini Bencana lewat Informasi WhatsApp dan Seluler

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja berencana memperluas penyampaian informasi peringatan dini bencana. Bentuknya lewat pesan Whatsapp dan pesan singkat jaringan seluler, agar informasi tersampaikan ..

Tips Sederhana Menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk Siapa Saja

Tips Sederhana Menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk Siapa Saja

Bencana alam kerap datang tanpa peringatan awal yang pasti. Dalam situasi darurat, kecepatan evakuasi menjadi kunci keselamatan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer