Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SPPG Wonokerto Turi Dihentikan

DA
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Advertisement

 

SLEMAN - Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman Harsono Budi Waluyo buka suara atas peristiwa keracunan MBG di Turi.  Dia sebut KPPG Sleman telah menerima laporan indikasi gangguan pencernaan. Berdasarkan pemantauan awal, tercatat 49 orang mengalami gejala berupa mual, pusing, dan muntah.

Dari jumlah itu, 48 orang merupakan siswa dan satu orang guru. Sebanyak 45 orang telah mendapatkan penanganan di puskesmas, tiga orang menjalani rawat jalan di RSUD Sleman, dan satu orang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman.

Advertisement

"Kondisi mayoritas penerima manfaat yang mengalami gejala dilaporkan telah membaik dan telah kembali ke rumah masing-masing," katanya lewat keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/9).

Dia sebut SPPG Turi Wonokerto pada hari itu menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menunya terdiri atas nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

Advertisement

Menindaklanjuti laporan ini, KPPG Sleman bersama tim SPPG telah koordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.

Sebagai langkah kehati-hatian dan untuk memastikan keamanan penerima manfaat, dia sebut distribusi MBG pada kloter berikutnya dihentikan sementara setelah adanya laporan gejala gangguan pencernaan. Puskesmas dan dinas kesehatan juga telah melakukan pengambilan sampel makanan.

Baik sampel makanan yang telah disimpan, makanan dari proses produksi terakhir, serta mengambil sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan di SPPG. 

"Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa sesuai prosedur untuk mengetahui penyebab kejadian," katanya.

Dia menilai penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

53 Siswa dan Guru SDN 1 Sumberagung Bantul Keracunan MBG, Diduga dari Menu Bistik Galantin

53 Siswa dan Guru SDN 1 Sumberagung Bantul Keracunan MBG, Diduga dari Menu Bistik Galantin

BANTUL - Rentetan keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) terjadi di DIJ. Sebelum kasus terakhir di Kapanewon Turi, Sleman  yang menimpa puluhan siswa dari tiga sekolah, ternyata di Bantul sebelumnya juga

Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Long March sambil Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Long March sambil Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

JOGJA - Ratusan ibu-ibu di DIJ menggelar aksi jalan sore sambil memukul panci dengan rute dari Tugu Golong Gilig hingga Bundaran UGM, Selasa (8/9). Para peserta membawa spanduk berisi protes mengenai program makan

Korban MBG Makin Berjatuhan, Suara Ibu Indonesia Ajak Aksi Jalan Sore Pukul Panci

Korban MBG Makin Berjatuhan, Suara Ibu Indonesia Ajak Aksi Jalan Sore Pukul Panci

Suara Ibu Indonesia akan menggelar aksi jalan sore sambil memukul panci di Yogyakarta pada Selasa (8/9) sore ini pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.  Aksi yang diikuti oleh sejumlah warga dan ibu-ibu ini mengambil rute dari..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer