Gunung Merapi Siaga, Enam Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer pada 24 Agustus 2026

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan pergerakan. Pada Senin, 24 Agustus 2026, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu tercatat mengalami puluhan kejadian gempa serta enam kali guguran lava.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, guguran lava meluncur ke arah barat daya. Material bergerak melalui sejumlah alur sungai, yakni Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong.
Jarak luncur terjauh tercatat mencapai 2.000 meter.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari aktivitas Merapi yang hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga. Pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga potensi terjadinya awanpanas guguran tetap perlu diwaspadai.
Dari sisi visual, Gunung Merapi sempat terlihat jelas meski diselimuti kabut dengan tingkat 0-II hingga 0-III. Asap kawah bertekanan lemah juga teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang.
Ketinggian asap kawah mencapai sekitar 100 hingga 525 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan juga masih cukup tinggi. Dalam sehari, tercatat 82 gempa guguran, 63 gempa hybrid atau fase banyak, 10 gempa vulkanik dangkal, dan dua gempa tektonik jauh.
Gempa guguran memiliki amplitudo 2–40 milimeter dengan durasi sekitar 41,76–210,84 detik. Sementara gempa hybrid tercatat sebanyak 63 kejadian, dengan amplitudo 2–46 milimeter.
Untuk gempa vulkanik dangkal, tercatat 10 kejadian dengan amplitudo 2–80 milimeter. Adapun dua gempa tektonik jauh memiliki amplitudo 12–14 milimeter.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk daerah potensi bahaya. Risiko guguran lava dan awanpanas berada di sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




