Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Shodiqul Qiyar SIP, Optimalkan Program JPS Pendidikan dan Sleman Pintar

YA
(Dok. Pribadi)
(Dok. Pribadi)

Advertisement

 

SLEMAN - Jaring pengaman sosial (JPS) Pendidikan Kabupaten Sleman merupakan program penting dalam rangka pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Sembada. Hal itu selaras dengan tekad pemerintah daerah mewujudkan satu keluarga satu sarjana.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Shodiqul Qiyar SIP sangat mendukung program tersebut. Saat ini adalah momentum yang tepat bagi warga Sleman, khususnya dari keluarga kurang mampu, memanfaatkan program itu.

Advertisement

Qiyar mengatakan, JPS pendidikan berlaku bagi siswa SD, SMP, SMA/sederajat, hingga calon mahasiswa baru. Maupun mahasiswa aktif yang memenuhi syarat. "JPS pendidikan ini bisa untuk membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendaftar perguruan tinggi," ungkapnya.

Ketua Fraksi Gerindra itu menjelaskan bahwa program JPS pendidikan bisa diakses melalui dinas sosial dan bisa difasilitasi oleh kalurahan atau anggota DPRD. "Makanya saya mendorong teman-teman dewan turut memaksimalkan program JPS pendidikan guna menyongsong Indonesia emas 2045," sambung politikus asal daerah pemilihan Sleman 6 (Minggir, Moyudan, Godean, Seyegan).

Adapun program JPS pendidikan berupa bantuan dana tunai tak terencana dari pemerintah daerah untuk pelajar atau mahasiswa dari keluarga miskin/rentan miskin agar dapat terus bersekolah. Syaratnya warga ber-KTP Sleman dan terdaftar sebagai keluarga miskin atau rentan miskin dengan bukti kepemilikan kartu keluarga miskin (KKM).

Advertisement

Bagi warga yang belum memiliki KKM bisa mengajukan permohonan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kalurahan. "JPS pendidikan itu berlaku bagi siswa atau mahasiswa di kampus mana pun. Beda dengan Sleman pintar, manfaatnya hampir sama (dengan JPS pendidikan, Red) tapi khusus mahasiswa, namun kampusnya sudah ditentukan, seperti UTY, Amikom, Unisa, dan lainnya," papar Qiyar

Untuk diketahui, Sleman pintar adalah program beasiswa unggulan Pemerintah Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di DIJ. Beasiswa ini memberikan bantuan biaya pendidikan penuh (kuliah gratis) hingga lulus.

Program tersebut berlaku khusus bagi lulusan SMA/SMK/sederajat ber-KTP/KK Sleman dari keluarga prasejahtera. Dibuktikan dengan KKM/KKRM. Atau peserta program keluarga harapan/disabilitas. "Dua program penting itu harus lebih disosialisasikan secara masif. Agar tersiar lebih luas kepada masyarakat Sleman. Masih banyak warga belum tahu program itu," ungkapnya. (yog)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Kabupaten Magelang Revisi Dua Perda Desa, Bidik Kepastian Hukum hingga Minimalkan Sengketa Pilkades

DPRD Kabupaten Magelang Revisi Dua Perda Desa, Bidik Kepastian Hukum hingga Minimalkan Sengketa Pilkades

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Magelang saat menyerahkan Raperda Masa Sidang II Tahun 2026 kepada DPRD Kabupaten Magelang, Senin (13/7).

Ada 20 SD Negeri Kekurangan Siswa hingga Berada di Kompleks yang sama, DPRD Kota Magelang Dorong Regrouping

Ada 20 SD Negeri Kekurangan Siswa hingga Berada di Kompleks yang sama, DPRD Kota Magelang Dorong Regrouping

Ketua Komisi C DPRD Kota MagelangAda 20 SD Negeri Kekurangan Siswa hingga Berada di Kompleks yang sama, DPRD Kota Magelang Dorong Regrouping

20 SD Negeri di Kota Magelang Kekurangan Siswa, DPRD Dorong Regrouping

20 SD Negeri di Kota Magelang Kekurangan Siswa, DPRD Dorong Regrouping

Sedikitnya ada 20 SD negeri di Kota Magelang mengalami kekurangan siswa pada tahun ajaran 2026/2027. DPRD Kota Magelang menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan mendorong kebijakan regrouping sebagai s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer