Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Pakem Justru Temukan Mayat Terendam Air, Begini Kronologinya

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Penanganan temuan mayat di saluran irigasi di Pakem Sleman - Dokumentasi Polresta Sleman 
Penanganan temuan mayat di saluran irigasi di Pakem Sleman - Dokumentasi Polresta Sleman 

Advertisement

SLEMAN - Warga Dusun Ngawen, Harjobinangun, Pakem, Sleman berinisial S (63) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/4) sekitar pukul 05.30. Mayat ditemukan oleh saksi berinisial R (61) yang hendak mengecek saluran irigasi untuk mengairi sawah. 

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan, Polsek Pakem, Tim Inafis Polresta Sleman, dan Dokter Puskesmas Pakem telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) temuan orang meninggal dunia.

Kronologi berawal saat saksi mengecek saluran irigasi yang berlokasi di belakang rumah korban. Saat sampai di TKP dan baru menaikan batu yang berada di tengah saluran irigasi, saksi melihat orang di tengah saluran irigasi dalam posisi tengkurap.

Advertisement

"Korban terendam air dan menghadap utara," kata Argo dalam keterangan resmi, Senin (20/4). 

Dia menyebut, setelah melihat kejadian tersebut saksi R segera memberitahukan kepada saksi BW (52). Kemudian memberitahukan kepada warga setempat dan melaporkan ke Polsek Pakem.

Advertisement

 Menurut katerangan dokter Puskesmas Pakem, mayat korban sudah dalam kondisi kaku dan pucat. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan kemungkinan meninggal sudah lebih dari 1 x 24 jam.

 Atas meninggalnya korban tersebut dari pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Serta tidak akan menuntut secara hukum dengan membuat surat pernyataan.

Atas peristiwa ini dia mengimbau jika menemukan hal serupa, masyarakat jangan menyentuh dan mengubah posisi mayat. Hal ini sangat penting untuk menjaga keaslian TKP. Selain itu, diminta segera melaporkan temuan ke pihak kepolisian terdekat atau perangkat kalurahan setempat untuk tindakan evakuasi yang cepat.

"Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan berita bohong atau berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum ada hasil resmi dari tim medis atau polisi," tegas Argo. (del)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Gelar Mimbar Rakyat, Masjid Jogokariyan Buka Ruang Refleksi Dua Tahun Pemerintahan

Gelar Mimbar Rakyat, Masjid Jogokariyan Buka Ruang Refleksi Dua Tahun Pemerintahan

Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta akan menggelar agenda bertajuk Mimbar Rakyat pada Selasa (10/11/2026). 

IKAPI DIY Dorong Yogyakarta Dapat Predikat Kota Buku Dunia UNESCO 2028

IKAPI DIY Dorong Yogyakarta Dapat Predikat Kota Buku Dunia UNESCO 2028

Yogyakarta menargetkan predikat World Book Capital atau Kota Buku Dunia UNESCO 2028. Persiapan mulai dilakukan melalui pemetaan potensi dan penguatan ekosistem perbukuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).   Ikatan..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer