Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DP3 Sleman Terus Kembangkan Cabai Sibrol Sembada, Ini Keunggulannya...

D
Penulis: Delima Purnamasari❯

Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)


SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman akan mengusulkan varietas lokal cabai rawit hasil mutasi alami yang diberi nama Sibrol Sembada. Varietas ini diklaim memiliki umur tanam lebih panjang, produktivitas lebih tinggi, serta lebih tahan hama dibanding cabai pada umumnya.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman Eko Sugianto Ngadirin menjelaskan, varietas tersebut berasal dari mutasi alami tanaman cabai yang ditanam petani di Kapanewon Turi pada 2021.Tanaman itu menunjukkan karakter berbeda dari varietas awalnya.


Advertisement

Baca Juga: Waspada Tujuh Titik Rawan Gepeng jelang Lebaran, Satpol PP Kota Jogja Siapkan Pola Penanganan: Begini Skenarionya!

“Umurnya lebih panjang dan tinggi tanamannya. Semakin lama, pohonnya semakin mengeras menjadi kayu," terangnya Senin (16/2).

Dia menjelaskan, dalam satu kelopak bunga bisa menghasilkan enam buah cabai. Alasan itulah yang menyebabkan cabai ini dinamai Sibrol. Menurutnya, satu tanaman bisa dipanen hingga tujuh kali dalam sembilan bulan. Hal ini menjadi keuntungan bagi petani. Sibrol Sembada sendiri memang baru dibudidayakan di Sleman bagian utara. Tepatnya pada ketinggian 400 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Jika ditanam di dataran rendah, tanaman cenderung menjadi kerdil.

Baca Juga: Gelandang PSIM Jogja Ze Valente Nilai Pemain Asing Tak Bisa Santai di Indonesia; jika Tak Maksimal Akan Tersisih

“Produktivitas per tanaman bisa hampir satu kilogram. Kalau tanaman cabai lain rata-rata 0,4 kilogram dan umur juga pendek,” katanya.

Saat ini Sibrol Sembada telah dibudidayakan di Kapanewon Cangkringan maupun Kapanewon Pakem. Eko menyebut, persebaran yang mulai meluas ini jadi alasan DP3 untuk segera mendaftarkan varietas lokal unggulan Bumi Sembada ini ke Kementerian Pertanian. Agar nantinua bisa dilepas di masyarakat secara lebih luas. (del) 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pasca Kasus Keracunan Turi, Operasional SPPG Wonokerto Distop dan Tidak Dapat Pembiayaan dari BGN

Pasca Kasus Keracunan Turi, Operasional SPPG Wonokerto Distop dan Tidak Dapat Pembiayaan dari BGN

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto diberhentikan imbas kasus keracunan yang dialami oleh siswa di tiga sekolah di Kapanewon Turi. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Kabupaten ...

Antisipasi Korban Susulan, Ambulans dan Posko Disiagakan, Gejala Keracunan Dipantau Tiga Hari

Antisipasi Korban Susulan, Ambulans dan Posko Disiagakan, Gejala Keracunan Dipantau Tiga Hari

Pemerintah Kapanewon Turi, Sleman, menyiagakan ambulans dan posko operasional untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya korban susulan setelah 45 siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis..

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga Cabai Samas Tinggi Tembus Rp 48 Ribu Per Kg, Petani Dibayangi Hama dan Pencurian

Harga cabai di lahan pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, masih bertahan tinggi. Cabai merah besar dijual Rp 31 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp 48 ribu per kilogram. ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer