Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sasaran Sudah Tembus 251.356 Orang, MBG di Sleman Juga Sasar Tendik

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
MELUAS: Sebaran penyaluran makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa, namun juga tenaga pendidik.
MELUAS: Sebaran penyaluran makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa, namun juga tenaga pendidik.

SLEMAN - Jumlah sasaran makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sleman terus bertambah. Total kini sudah 251.356 penerima manfaat. Sasarannya tidak hanya terbatas pada para siswa sekolah, namun meluas hingga tenaga pendidik (tendik).


Advertisement

Wakil Ketua Satgas Percepatan Program MBG Sleman Agung Armawanta merinci, penerima manfaat untuk PAUD dan TK sejumlah 40.114 orang, lalu SD sebanyak 86.768, SMP 47.389 orang, SMA maupun SMK dengan 45.060 orang. Lalu ada dari SLB dan Ponpes 3.258. Termasuk ibu hamil dan menyusui sebanyak 3.490, balita 7.078 orang, dan tendik 18.199.

Menurut Agung, ada 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Sembada. Namun, baru 98 yang beroperasi dan ada satu yang mengalami libur operasional lantaran adanya perpindahan yayasan. Lalu ada 15 SPPG yang belum operasional, tetapi sudah memiliki kepala SPPG.

"Jadi masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana," katanya Minggu (15/2).

Advertisement

Menurutnya, ada berbagai aspek yang belum dipenuhi. Mulai dari alat masak, alat makan, sumber daya manusia, hingga kendaraan distribusi. Selain itu, masih dalam proses pengambilan sampel air untuk dicek di laboratorium.

"SPPG menunggu hasilnya dan baru beroperasi ketika nanti sudah dinyatakan memenuhi syarat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Tunggul Birowo menyebut, sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS) bagi SPPG saat ini terus berproses. Ini adalah bukti legal bahwa tempat pengolahan pangan telah memenuhi standar. Baik itu kebersihan maupun sanitasi yang ditetapkan pemerintah.

Advertisement

"Ada 20 SPPG yang sudah memiliki SLHS. Untuk yang belum punya kami imbau agar segera mengurus," katanya. (del/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Atasi Kekurangan Guru, 127 Guru di Kulon Progo Dimutasi: Tata Distribusi Tenaga Pendidik

Atasi Kekurangan Guru, 127 Guru di Kulon Progo Dimutasi: Tata Distribusi Tenaga Pendidik

Pemkab Kulon Progo memutasi 127 guru TK, SD, hingga SMP sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga pengajar. Kebijakan yang dikawal Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kulon Progo ini juga ..

Kabupaten Bantul Kelebihan Tenaga Pendidik, tapi Guru Mata Pelajaran di Tingkat SMP Kurang

Kabupaten Bantul Kelebihan Tenaga Pendidik, tapi Guru Mata Pelajaran di Tingkat SMP Kurang

Ketimpangan distribusi guru masih terjadi di Bantul. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul mencatat kelebihan 83 guru. Tetapi sejumlah mata pelajaran (mapel) di tingkat SMP masih ...

PPPK Paruh Waktu Tenaga Pendidik di Kulon Progo Minta Kejelasan Nasib, Gaji Jauh dari UMK

PPPK Paruh Waktu Tenaga Pendidik di Kulon Progo Minta Kejelasan Nasib, Gaji Jauh dari UMK

Forum Tenaga Administrasi SD PPPK Paruh Waktu Kulon Progo meminta kejelasan terkait nasib dan kesejahteraan mereka. Sebab, PPPK Paruh Waktu di sektor pendidikan masih diupah kurang layak, jauh dari upah minimum kabupate

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer