Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selama Ramadan, Setiap Jam Pembelajaran TK hingga SMP di Sleman Dikurangi Lima Menit

SD

 

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman Akhmad Ritaudin
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman Akhmad Ritaudin

SLEMAN - Selama Ramadan dilakukan adaptasi terhadap kegiatan belajar-mengajar para siswa di Kabupaten Sleman. Salah satunya dengan pengurangan lima menit setiap jam pembelajaran. Di tingkat SMP, dari 40 menit jadi 35 menit, SD dari 35 menit jadi 30 menit, dan TK 30 menit menjadi 25 menit.

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman Akhmad Ritaudin menjelaskan, kebijakan ini diambil sebagai strategi dan metode pembelajaran yang memperhatikan kondisi fisik murid selama puasa. Termasuk mengintegrasikan nilai-nilai religius, toleransi, dan kepedulian sosial.


Advertisement

Baca Juga: Drama Empat Gol di Gelora Joko Samudro Gresik, PSIM Jogja dan Persik Kediri Berbagi Angka

"Adaptasi waktu ini dilakukan untuk pembelajaran tatap muka dari 23 Februari sampai 13 Maret 2026," bebernya Jumat (13/2).

Sementara untuk awal Ramadan, akan ada libur sekolah. Hal ini sesuai edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Sleman, libur dilakukan sejak 18-20 Februari.

Di sini, kegiatan siswa diharapkan bisa diarahkan pada penguatan pendidikan karakter, pembiasaan ibadah, dan aktivitas literasi. Didukung dengan keterlibatan keluarga dan lingkungan masayarakat.

Baca Juga: Geger! Perselingkuhan ASN Gunungkidul Bikin Dua Pegawai Ini Kehilangan Jabatan

Selain itu, juga akan diberikan libur setelah Ramadan dimulai 16-20 Maret dan 23-27 Maret. Kegiatan ini untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di antaranya, pembiasaan membayar zakat, takbiran di masjid, dan silaturahmi di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan kembali pada 30 Maret.

"Meski siswa belajar di rumah saat awal Ramadan, guru tidak libur," tambahnya.

Advertisement

Baca Juga: Jogja Siap Bersih dan Nyaman! Program Jogja Cling Dijadwalkan Setiap Pekan, Wujudkan Kota Pelajar Bebas Sampah dan Rumput Liar

Guru-guru hanya libur saat cuti bersama maupun tanggal merah saja. Waktu ini diharapkan bisa digunakan untuk mempersiapkan berbagai agenda. Baik itu administrasi, pengadaan lomba siswa, maupun persiapan tes potensi akademik.

Sementara itu, Ketua PGRI Sleman Nur Suharyanto menyebut, guru tidak libur saat awal Ramadan memang sudah kebiasan. Lantaran guru merupakan aparatus sipil negara (ASN) yang terikat aturan hari kerja. (del/eno) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Per 1 November 22 Ribu Peserta BPJS di Sleman Dinonaktifkan, Lansia Gagal Ginjal Terhambat Cari Ruju

Per 1 November 22 Ribu Peserta BPJS di Sleman Dinonaktifkan, Lansia Gagal Ginjal Terhambat Cari Ruju

Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan akibat perubahan desil. Pemkab membuka peluang reaktivasi dengan skala prioritas.

Rancangan Permendagri Atur Siltap Rp 2 Juta, Paguyuban Dukuh Sleman Minta Tetap Rp 2,9 Juta

Rancangan Permendagri Atur Siltap Rp 2 Juta, Paguyuban Dukuh Sleman Minta Tetap Rp 2,9 Juta

Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman Cokro Pamungkas meminta pemerintah kabupaten mempertahankan penghasilan tetap (siltap) dukuh sebesar Rp 2,9 juta per bulan. Permintaan ini muncul menyusul rancangan Peraturan Menteri ...

Kunjungan Wisatawan di Wisata Buatan Sleman Melonjak, tapi Destinasi Budaya Menurun

Kunjungan Wisatawan di Wisata Buatan Sleman Melonjak, tapi Destinasi Budaya Menurun

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman terus menunjukkan tren positif. Hingga September 2026, jumlah kunjungan mencapai 7,1 juta wisatawan atau meningkat 13,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer