Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Natal 2025, Wisata Jip Merapi Diserbu 18 Ribu Pengunjung, Omzet Melonjak 50 Persen!

GR
Wisatawan berkeliling menggunakan jasa jip wisata Merapi di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, Kamis (25/12/2025).
Wisatawan berkeliling menggunakan jasa jip wisata Merapi di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, Kamis (25/12/2025).
 
SLEMAN - Wisata Jip Merapi mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan pada momentum libur Natal 2025 ini.
 
Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) mencatat setidaknya kenaikan omzet sudah mencapai 50 persen dibanding hari-hari biasa. 
 
Ketua AJWLM Dardiri menjelaskan, jika tren kenaikan omzet itu sebenarnya sudah mulai naik sejak hari Kamis pekan lalu. Grafik kunjungan terus naik hingga puncaknya pada libur Natal tahun ini. 
 
 
Dari data di lapangan, lanjut Dardiri, data kunjungan saat ini telah menembus angka 17 ribu hingga 18 ribu orang yang berkunjung ke wisata Jip Merapi. 
 
"Ya lumayan, karena yang kemarin kan kami juga ada penurunan hampir ya 50-an persen lah kemarin itu. Dari sebulan atau satu tahun kemarin blas tidak ada kok," ujarnya, Kamis (25/12/2025).
 
Menurut Dardiri para pengunjung yang datang kali ini tak hanya didominasi warga lokal.
 
 
Rombongan keluarga yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur pun tumpah ruah di kawasan lereng Merapi tersebut. 
 
"Kami prediksi kenaikan ini akan sampai tanggal 4 Januari nanti," tegasnya. 
 
Di balik naiknya omzet dan pengunjung di libur Natal tahun ini, Dardiri menekankan jika AJWLM tetap terus berkomitmen menjaga keselamatan bagi para pengunjung.
 
 
Sebab menurutnya keamanan dan pelayanan yang baik menjadi hal yang paling utama dalam wisata Jip lereng Merapi ini. 
 
"Sebelum musik liburan ini kami sudah lakukan ramp check untuk seluruh armada kami. SDM kami juga sudah kami gembleng semaksimal mungkin supaya bagus, ramah, sopan ke wisatawan," jelasnya. 
 
Dengan segala persiapan yang matang tersebut, Dardiri ingin para wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke wisata jip lereng Merapi. 
 
"Semoga tahun depan para wisatawan juga semakin bertambah," tegasnya. (ayu)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Warung kelontong di Cupuwatu I, Kalasan, Sleman, ditutup setelah dinilai melanggar kesepakatan jarak minimal antarwarung 300 meter. Polisi memediasi perselisihan warga.

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memiliki banyak aset yang bisa dimanfaatkan publik dengan sistem sewa. Seperti stadion, gelanggang olahraga, gedung serba guna, wisma, hingga lapangan. Semuanya tergolong barang milik daerah

Belum Selesai Dibakar, Genting Godean Sudah Diburu Pembeli, Merek Kolektif Perkuat Daya Saing

Belum Selesai Dibakar, Genting Godean Sudah Diburu Pembeli, Merek Kolektif Perkuat Daya Saing

Sudah sekian lama produk genting asal Godean menjadi mata pencaharian utama warga setempat. Hingga menjadi sentra yang cukup dikenal luas di berbagai daerah. Genting godean telah memiliki merek kolektif yang terdaftar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer