Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Erupsi, 20 Kali Guguran Lava dalam 24 Jam, Status Tetap Siaga Level III

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang.   (BPPTKG)
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunungapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 20 kali guguran lava mengarah ke barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter dalam periode pengamatan 24 jam pada 1 Desember 2025.


Advertisement

Status aktivitas gunung berapi setinggi 2.968 mdpl ini masih tetap pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, termasuk awan panas guguran (APG) dan lahar.

Rincian Aktivitas dan Pengamatan Gunung Merapi

Laporan resmi yang disusun oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan dipublikasi melalui sistem MAGMA Indonesia merinci kondisi Merapi sebagai berikut:

Advertisement

· Periode Pengamatan: 1 Desember 2025 (00:00 - 24:00 WIB).

· Kondisi Visual: Asap kawah bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas sedang teramati setinggi 125 meter dari puncak. Visual gunung berkisar antara jelas hingga berkabut.

· Aktivitas Kegempaan: Dalam 24 jam, gempa guguran tercatat 98 kali dengan amplitudo 2-36 mm. Sementara, gempa hybrid/fase banyak terjadi 58 kali. Data ini mengindikasikan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung.

Advertisement

Rekomendasi dan Zona Bahaya Gunung Merapi

PVMBG memberikan enam poin rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah terkait status Gunung Merapi Level III:

1. Zona Bahaya Utama: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng) dengan jangkauan maksimal 7 km, dan sektor tenggara (Sungai Woro dan Gendol) maksimal 5 km. Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif berpotensi mencapai radius 3 km dari puncak.

2. Suplai Magma Aktif: Data pemantauan mengonfirmasi suplai magma yang berkelanjutan, yang dapat memicu awan panas guguran di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan.

3. Larangan Beraktivitas: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam semua daerah potensi bahaya.

4. Waspada Lahar dan Awan Panas: Masyarakat diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Merapi.

5. Antisipasi Abu Vulkanik: Persiapan dan antisipasi terhadap gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi harus dilakukan.

6. Status Dinamis: Tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan yang signifikan.

Kondisi Lingkungan Sekitar Gunung Merapi

Pengamatan meteorologi menunjukkan cuaca cerah hingga berawan dengan angin tenang. Suhu udara berkisar antara 17.4°C - 23.5°C dengan kelembaban tinggi (88.8% - 99%). Curah hujan tercatat sebesar 18 mm per hari, faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memicu lahar.

Sumber Resmi dan Informasi Lebih Lanjut

Laporan ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Erwin Widyon, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Untuk informasi terkini dan resmi mengenai aktivitas gunung api di Indonesia, masyarakat dapat mengakses:

· Sistem MAGMA Indonesia: https://magma.esdm.go.id

· Media Sosial Resmi PVMBG: https://linktr.ee/PVMBG

Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi secara real-time dan mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan keselamatan dengan mematuhi semua rekomendasi yang telah dikeluarkan. (iwa) 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) pada 3 November 2026. Terjadi 6 kali guguran lava pijar sejauh 1,5 km ke barat daya. Warga DIY dan Jateng diimbau jauhi zona bahaya dan waspada awan panas serta banjir lahar.

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) setelah meluncurkan lava sejauh 1,5 km ke Kali Sat. BPPTKG imbau warga waspada awan panas guguran dan bahaya lahar hujan.

Update Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Lava Pijar Meluncur Sejauh 1.700 Meter ke Arah Kali Krasak

Update Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Lava Pijar Meluncur Sejauh 1.700 Meter ke Arah Kali Krasak

Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar hingga 1.700 meter ke arah Kali Krasak. BPPTKG mempertahankan status Level III (Siaga) dan mengimbau masyarakat mengosongkan kawasan potensi bahaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer