Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Sinergi, Dinkes Sleman Ajak Berbagai Pihak Lawan PM dan PTM

M
DISKUSI: Studi kasus dengan melibatkan lintas disiplin ilmu, Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Sleman.
DISKUSI: Studi kasus dengan melibatkan lintas disiplin ilmu, Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Sleman.

SLEMAN - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di bumi sembada tahun ini tak sekadar seremoni.


Advertisement

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengemasnya melalui berbagai rangkaian. Edukasi dan layanan cek kesehatan gratis. Melibatkan banyak pihak.

Mengusung tema Membangun Sinergi dengan Kampus dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mengatasi Penyakit Menular dan Tidak Menular, kali ini Dinkes Sleman berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya), RSUD Prambanan, Puskesmas Gamping I dan II, serta Lab Kesda.

Kegiatan pun berlangsung dua hari. Hari pertama diisi webinar secara daring Rabu (19/11). Sedangkan hari kedua digelar luring di Kampus Unjaya Kamis (20/11). Acara diikuti ratusan mahasiswa serta perwakilan puskesmas, rumah sakit, dan klinik.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama, menyatakan kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami isu kesehatan, tetapi juga terlibat aktif dalam pencegahan penyakit. Edukasi dan kolaborasi adalah kunci membangun Sleman yang lebih sehat,” ujarnya.

Webinar menghadirkan sejumlah pakar nasional. Diantaranya dr. Ali Baswedan dengan materi “Jauhkan Diabetes: Pilihanmu Penentu Masa Depan”, Prof dr. Yanri Wijayanti Subronto membawakan materi “Generasi Anti Stigma HIV: Berani Sehat”, dr. Hendris Utama Citra Wahyudin dengan topik “Healthy Youth, TB-Free Future”, serta Dr. Miftahu Darussalam yang memaparkan “Generasi Muda dalam Pencegahan PM dan PTM”.

Advertisement

Materi-materi tersebut menekankan pentingnya deteksi dini, perubahan perilaku, serta peran mahasiswa dalam mendorong masyarakat lebih peduli kesehatan.

"Melalui kegiatan ini, kami harap mahasiswa menjadi agen perubahan dalam pencegahan penyakit menular maupun tidak menular,” ujarnya.

Hari kedua pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang melibatkan sebagian besar mahasiswa Unjaya. Pemeriksaan meliputi
Antopometri, Visus, Pemeriksaan Gigi, Konsultasi Psikolog, GDS, Screening HIV, dan Malaria.

Cahya menambahkan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata dalam pelayanan publik.

“Saat ini masyarakat perlu merasa dekat dengan layanan kesehatan, dan mahasiswa adalah jembatan penting menuju perubahan itu,” tegasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, rangkaian HKN ke-61 di Sleman tak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga momentum meningkatkan literasi kesehatan serta memperkuat jejaring lintas sektor.

Demi mewujudkan generasi muda yang sehat, sadar risiko, dan siap berkontribusi untuk masa depan. (naf)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lewat Agrowisata, Pengunjung Bisa Melihat Proses Produksi Gula Madukismo

Lewat Agrowisata, Pengunjung Bisa Melihat Proses Produksi Gula Madukismo

Penasaran bagaimana tebu bisa berubah menjadi gula? Pabrik Gula Madukismo, Bantul, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung proses produksi tersebut melalui program agrowisata.

Hari Terakhir Jogja Book Fair 2026, Buruan Berburu Buku Mulai Rp5 Ribu

Hari Terakhir Jogja Book Fair 2026, Buruan Berburu Buku Mulai Rp5 Ribu

Kesempatan berburu buku di Jogja Book Fair (JBF) 2026 tinggal sehari. Pameran buku yang digelar di Halaman Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, memasuki hari terakhir pada Selasa (8/9).

 Gap Literasi dan Inklusi Keuangan DIY Masih 22 Persen, OJK Perkuat Edukasi

Gap Literasi dan Inklusi Keuangan DIY Masih 22 Persen, OJK Perkuat Edukasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat masih terdapat kesenjangan (gap) antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK untuk terus meningkatkan edukasi kepada ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer