RADAR JOGJA – PT Mega Andalan Kalasan (MAK) di Sleman menargetkan nilai ekspor pada 2023 sebesar 12 juta USD. Produsen alat kesehatan (alkes) ini sebelumnya memiliki nilai ekspor mencapai 7 juta USD di tahun sebelumnya.

CEO sekaligus founder PT MAK Boentoro mengatakan, langganan ekspor PT MAK ada pada tiga negara, yakni Jepang, Australia, dan New Zealand. Setidaknya ada 4-6 kontainer dikirim ke Jepang setiap minggunya. Sedangkan Australia dan New Zealand dua kontainer per minggu.

“Total produksi tahun 2022 kalau disetarakan dengan tempat tidur itu 50 ribu. Kami harapkan tahun ini bisa naik jadi 70 ribu. Harapannya serapannya baik ekspor maupun domestik meningkat, ekspor jadi 12 juta USD, domestik meningkat 30 persen,” ujarnya usai meresmikan Gedung Griya Cipta dan Rekayasa di Mega Andalan Teknopark, Selasa (25/1).

Pada 2023, pihaknya berencana melakukan ekspansi ke pasar Amerika Serikat. Dia optimistis target bisa dicapai, apalagi sudah memiliki pengalaman ekspor ke pasar Eropa. “Sebelumnya kami sudah ada pengalaman mendapatkan CE marking untuk pasar Eropa,” jelasnya.

Optimisme itu diperkuat dengan kondisi pabrik yang kapasitasnya diperbesar. Gedung pabrik seluas 1,5 hektar itu memiliki show room, ruang research and development, bengkel engineering yang digunakan untuk pembuatan prototipe produk, dan laboratorium pengujian terakreditasi KAN.

“Saat ini Mega Andalan Teknopark sudah lengkap meliputi pusat pembelajaran, akademi teknik, export oriented production plant, kawasan berikat, gudang berikat, sarpras industri komponen plastik, dan sarpras industri roda dan kastor,” jelasnya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan adanya PT MAK diharapkan dapat menyerap tenaga kerja warga. Sehingga berdampak pada kesejahteraan warga sekitar. “Kami berharap keberadaan MAK bisa ikut membantu menurunkan angka kemiskinan, khususnya di daerah Kapanewon Prambanan yang selama ini masih terbilang tinggi,” jelasnya. (lan/bah)

Sleman