RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman optimistis target delapan juta wisatawan bisa tercapai tahun ini. Hal ini karena kondisi Covid-19 terkendali, dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah dicabut oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, untuk mencapai target itu, beberapa skema telah disiapkan. Seperti di objek wisata Kaliurang dengan atraksi pendukung sentra jadah tempe. Selain itu, penyusunan masterplan dan detail engineering design (DED) taman kuliner untuk direvitalisasi menjadi Sleman Creative Park. ”Hal ini untuk mendorong pergerakan 17 sub sektor ekraf Slemam. Saat ini ada tiga sub sektor ekraf unggulan. Yakni kriya bambu, seni pertunjukan, film dan animasi,” bebernya Minggu (22/1).

Sinergi dan kolaborasi juga akan ditingkatkan. Melalui penetapan Oktober sebagai bulan ekraf Sleman. Ditambah kolaborasi dengan event organizer untuk melaksanakan event di Sleman barat. Bertujuan agar kegiatan wisata bisa tersebar. “Ada juga pembangunan sarana prasarana di 27 desa wisata, peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan di 27 lokasi. Pelatihan dan sertifikasi untuk pelaku pariwisata tujuh kelas, serta sertifikasi usaha pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan launching calendar of event Sleman sifatnya penting. Sebab berkaitan dengan pencapaian target wisatawan tahun ini. “Diharapkan masyarakat dan wisatawan bisa mengetahui schedule terkait dengan event apa saja yang kira-kira diminati,” ucapnya. “Sehingga bisa merencanakan kunjungan ke Sleman itu bulan apa, minggu ke berapa dan event-nya di mana,” sambungnya. (lan/eno)

Sleman