RADAR JOGJA – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo angkat bicara terkait gugatan konsumen Pasar Godean yang diajukan ke Pengadilan Negeri (Sleman). Ia mengakui materi gugatan telah diterimanya dan kini dalam proses di pengadilan.

“Saya terima gugatan itu. Ya, hak rakyat untuk menggugat. Tapi saya juga punya hak untuk menjawab,” tandas Bupati Kustini saat ditanya wartawan yang menemuinya dalam sebuah acara di Sleman City Hall, Jumat (20/1).

Seperti diberitakan Radar Jogja edisi kemarin (20/1), Bupati Sleman bersama kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) digugat ke PN Sleman oleh konsumen Pasar Godean. Bupati dan kepala disperindag digugat karena dinilai tidak memberikan tempat transit yang layak bagi para pedagang atas revitalisasi Pasar Godean. Gugatan tercatat dalam nomor perkara 4/Pdt.G/2023/PN Smn.

Bupati Kustini mengakui Pemkab Sleman Sleman belum dapat menyediakan lokasi transit sempurna bagi pedagang Pasar Godean. Bahkan pedagang pasar untuk sementara harus transit lebih dulu ke lokasi lainnya, sembari menunggu tempat relokasi pasar selesai dibangun. Sebab, jadwal revitalisasi pasar dari pemerintah pusat dimajukan. Sehingga, pemkab belum ada kesiapan, tempat relokasi belum selesai.

“Yang namanya transit, ya tidak sesempurna gedung yang diharapkan. Seandainya ada gronjal-gronjal, itu hal yang biasa. Kami sempurnakan nanti,” ujar istri bupati sebelumnya, Sri Purnomo ini.

Meski demikian, Kustini menghendaki agar gugatan tersebut berakhir pada mediasi. Tidak sampai masuk ke pokok perkara. Menurutnya, komunikasi jalan menyelesaikan permasalahan yang dimungkinkan adanya ketidaktahuan.

“Kalau bisa mediasi, selesai lah. Sama-sama warga kami juga. Kami tetap jalurnya lewat komunikasi. Komunikasi satu-satunya jalan untuk permasalahan selesai. Karena setelah pasar induk jadi, segera pindah,” tandasnya.

Revitalisasi Pasar Godean sendiri ditargetkan Kementerian Perdagangan selesai pada kuartal pertama Maret 2024 dengan anggaran pusat Rp 106 miliar. Sebelum tempat relokasi selesai, pedagang menempati tempat alternatif atau transit di tiga titik. Yakni di Pasar Kowen Sidokarto, Pasar Hobbies, dan Pasar Kuliner Belut.

Sebelumnya, konsumen Pasar Godean bernama Kunto Wisnu Aji seorang diri mengajukan gugatan atas ketidaknyamanannya sebagai dampak revitalisasi Pasar Godean. Di mana pedagang menempati lokasi transit yang tidak layak. Ia mengajukan gugatan terkait UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 4.

“Saya lihat tempatnya jeblok, sengnya pada bolong, Bahkan saya lihat saat hujan kondisinya becek tak layak. Sempat saya mampir (saat hujan, Red) dan mengambil video,” ungkap goweser yang mengaku suka jajan di Pasar Godean ini. Dikatakan, dari Pemkab Sleman hanya memberikan eyup-eyup atau tempat teduh dari bambu. Ketika hujan, tidak semua pedagang bisa berdagang lantaran kondisi itu. (mel/laz)

Sleman