RADAR JOGJA – Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyoroti kenakalan remaja yang kerap terjadi di malam hari. Untuk itu, dia meminta kepada orang tua untuk memberi pengawasan ekstra kepada anak saat berada di luar sekolah.

Suwondi menyebut ada beberapa anak direkrut untuk masuk ke dalam suatu kelompok. Untuk masuk dalam kelompok tersebut, maka remaja tersebut diminta untuk melakukan kejahatan. “Jadi bukan tawuran remaja, mereka diminta untuk melakukan kejahatan oleh kelompoknya,” jelas perwira tinggi dua bintang di pundak Jumat (20/1).

Maka dari itu, untuk mengantisipasi kenakalan remaja yang telah menjurus kriminal tersebut, Polda DIJ terus berupaya melakukan operasi patroli. Khususnya di malam hari di titik-titik wilayah rawan kejahatan.

Disebutkan, seperti di wilayah Banguntapan Bantul. Sebelumya, kawasan tersebut menjadi salah satu titik rawan kenakalan remaja. Namun, setelah telah terjadi kerja sama yang baik antara TNI, Polri, pranata sosial, kejahatan yang meresahkan mengalami penurunan sebesar 25 persen dibanding tahun 2021. “Saya sangat mengapresiasi kinerja Polres Bantul dalam menurunkan angka kejahatan,” sambungnya.

Kapolda menjelaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah rasa aman secara rasa. Bagaimana masyarakat di Wilayah Bantul secara umum terasa aman. Artinya ketika berangkat ke masjid, sekolah, dan tempat kerja dapat terjamin rasa aman.

Disebutkan, secara umum pada 2022 mengalami penurunan kejahatan. Untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti premanisme dan kejahatan jalanan, Bantul secara 3 bulan ini tidak terjadi kejahatan tersebut. “Saya berharap , bagaimana pelayanan kami dalam keamanan kepada masyarakat dapat terjalin,” ujarnya. (bah)

Sleman