RADAR JOGJA – Penambahan lahan Tol Jogja-Bawen seksi I (Sleman-Banyurejo) yang melewati cagar budaya Selokan Mataram memasuki babak baru. Tim satuan tugas (satgas) pengadaan lahan tambahan segera dibentuk. Dengan begitu proses pembebasan lahan tambahan seluas 18,8 hektare dapat segera diproses.

Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ Suwito mengatakan izin penetalan lokasi (IPL) dan dokumen permohonan pelaksanaan pengadaan tanah telah diajukan ke Kanwil BPN DIJ.

“Tambahan lahan Tol Jogja – Bawen segera kami buat tim. Penlok (IPL) baru dikasih ke kami. Kami baru siapkan timnya,” ujarnya Kamis (19/1) melalui sambungan telfon.

Sebelum tim pengadaan lahan tambahan dibentuk, BPN DIJ akan melakukan pengecekan segala sesuatunya terlebih dahulu. Mulai dari kelengkapan trase jalan hingga keberadaan patok. “Kemarin sudah kami lakukan pengecekan,” imbuhnya.

Sementara itu, ada beberapa lahan dengan karakteristik khusus yang belum dibebaskan dan terus berproses. Salah satunya ialah cagar budaya Ndalem Mijosastran di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi.

Suwito menyebut cagar budaya itu sudah ada nilainya dari tim appraisal. Nilainya ada dua, yakni nilai pemindahan bangunan dan nilai untuk tanah yang terdampak. Meski begitu dia tidak menyebut angka detailnya. Nilainya masih akan dibahas dan dimusyawarahkan oleh ahli waris. “Target relokasi secepatnya. Ini baru akan dibahas dalam rapat,” ujarnya.

Sebelumnya, keluarga Ahli Waris Ndalem Mijosastran Widagdo berharap proses relokasi segera dilakukan. Sebab kondisi bangunan mulai rusak imbas dari alat berat pembangunan di sekitar bangunan. “Harapan saya cepet rampung. Mulai rusak. Jadi segera direlokasi, supaya pengerjaan jalan tol juga bisa lancar dan segera selesai,” ujarnya. (lan/bah)

Sleman