RADAR JOGJA – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Sleman mencapai 49,85 persen. Yakni, sebanyak 37.388 dosis dari jumlah yang ditargetkan, 75 ribu dosis. Baik dosis pertama maupun kedua.

“Penanganan PMK di Sleman baik,” klaim Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Suparmono, kemarin (19/1).

Disebutkan, selain vaksinasi PMK terus digencarkan, pengobatan pada ternak yang rentan terkena PMK seperti sapi dan kambing juga dilakukan. Dan sampai saat ini, pengobatan ternak telah mencapai 23.300 ekor. Dari target pengobatan sebanyak 25.430 ekor. “Atau mencapai 91 persen,” sambungnya.

Ternak hewan kaki empat itu juga di tagging untuk pendatan dan penandaan. Dari 37 ribu ekor yang ditargetkan, saat ini sudah mencapai 51 persen. Atau sebanyak 18.976 ekor. “Jadi kalau ada tagging sapi itu kemungkinan besar sapinya Sleman. Karena kami taggingnya cepet,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Sleman ini.

Kemudian penggantian ternak mati atau potong paksa tempo hari juga masih dalam proses. Dari pengajuan ganti rugi sebanyak 546 ternak sebesar Rp 6,3 miliar, yang baru terealisasi untuk tahap pertama pengajuan. Yakni, 64 ternak dengan nilai realisasi sebesar Rp 789 juta. “Sisanya masih menunggu penggantian (ganti rugi, Red). Mudah-mudahan Januari ini turun, pokoke target kita untuk menyelesaikan,” sambungnya.

Sumadi, 55 warga Godean mengaku, beberapa waktu lalu sapinya pernah terserang gejala PMK. Terdapat luka pada kuku, dan berangsur-angsur sembuh karena pengobatan rutin. “Awalnya sempat pesimis tapi alhamdulillah bisa sembuh,” ujarnya.

Menurutnya, tren PMK di Sleman saat ini melandai. Kendati begitu, pemeliharaan ternak terus dia tingkatkan. “Selalu menjaga kebersihan kandang, rajin dimandikan, sama memberikan vitamin. Kalau saat ini hanya punya dua ekor, indukan dan anakan,” bebernya. (mel/bah)

Sleman