RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman meluncurkan Calender of Event (COE) 2023. Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menjelaskan total akan ada 60 even yang telah terdaftar dan akan digelar sepanjang tahun ini. Fokusnya tentu untuk mendatangkan wisatawan.

Beberapa even diantaranya Festival Van Der Wijck pada bulan Maret, Prambanan Jazz dan Tour de Merapi pada Juli. Adapula Sleman Creative Week pada Oktober 2023. Juga gelaran Sleman Temple Run dan Ngayogjazz pada bulan November.

“Calender of Event ini menjadi upaya dinas pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” jelas Ishadi ditemui di Sleman City Hall, Jumat (20/1).

Peluncuran COE juga bertujuan memudahkan para wisatawan. Khususnya dalam menikmati agenda wisata di Kabupaten Sleman. Targetnya tentu meningkatkan Length of Stay (LOS) dan angka belanja wisatawan.

Dia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2023 bisa menyentuh angka 8 juta orang. Angka ini dipatok lebih tinggi dari jumlah kunjungan pada tahun 2022 yang mencapai lebih dari 7,5 juta orang.

“Untuk PAD kami targetkan naik 20 persen. Tahun kemarin tercapai hampir Rp 5 milyar dari retribusi belum pajak hotel dan restoran,” katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan COE ini diluncurkan untuk memberikan pilihan kepada wisatawan. Menurutnya pasca meredanya kasus Covid-19 akan meningkatkan minat berwisata ke Sleman.

Dia berharap, sektor pariwisata di Sleman akan terus menggeliat. Tentunya juga untuk meningkatkan sektor-sektor lainnya Seperti roda perekonomian dan UMKM milik masyarakat.

“Ini memang tidak bisa berdiri sendiri harus ada kolaborasi. Baik itu dari hotel, BPPS untuk promosi, begitu juga dari Pemprov DIJ juga promosi bahwa di Sleman punya kalender yang bisa diakses oleh masyarakat umum nasional maupun internasional,” ujar Kustini.

Dia memastikan infrastruktur dalam keadaan siap. Jika ditemui adanya kerusakan utamanya pada jalan, dia meminta masyarakat untuk melapor. Sehingga nantinya bisa langsung ditindaklanjuti.

“Apabila masih ada kekurangan akan kita sempurnakan. Tapi di Sleman sudah mulus semua. Seandainya ada jalan yang rusak bisa usul kepada kami, kami bantu supaya perjalanan lancar. Kalau jalannya bagus, wisatawan senang sekali,” kata Kustini. (isa/dwi)

Sleman