RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengungkapkan Jogjakarta menduduki ranking pertama sebagai wilayah dengan pergerakan wisatawan domestik tertinggi di Indonesia. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi jajarannya untuk mewujudkan dunia pariwisata yang ideal di Jogjakarta.

Pada 2023, Singgih mengatakan tak hanya akan berfokus pada jumlah kunjungan. Namun, juga akan meningkatkan kualitas wisatawan. Diantaranya dengan mendorong peningkatan Length of Stay (LOS) atau lama tinggal wisatawan dan belanja wisatawan.

“LOS masih dibawah dua untuk domestik, yakni 1,59. Kalau wisatawan mancanegara sudah di atas dua. Ini perlu didorong terus,” jelas Singgih saat ditemui di Sleman City Hall, Jumat (20/1).

Singgih juga mendorong kualiats produk UMKM di Jogjakarta. Pelaku UMKM, lanjutnya, wajib meningkatkan kualitas produknya. Agar wisatawan membelanjakan uangnya untuk membeli produk UMKM asli Jogjakarta.

Selain itu, upaya lain untuk meningkatkan LOS dan belanja wisatawan adalah dengan penyelenggaraan even. Menurutnya, even menjadi pendongkrak kunjungan wisatawan di Jogjakarta.

“Penyelenggaraan even tidak hanya yang sifatnya tahunan, tapi even reguler itu per-minggu, per-bulan bisa digalakkan. Terutama untuk even reguler di malam hari supaya mengikat wisatawan untuk tinggal lebih lama di sleman dan Jogjakarta,” katanya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa optimis akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada 2023. Menilik tingginya kunjungan wisatawan saat hari libur maupun akhir pekan. Ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan LOS dan belanja wisatawan.

“Efeknya pasti ke beberapa, baik itu kuliner maupun hotel dan restoran. Sehingga ini menjadi harapan kita bersama 2023 target kunjungan wisatawan kita harus naik. Berdasarkan catatan di hari-hari libur kunjungan di Sleman ini pasti naik,” ujarnya. (isa/dwi)

Sleman