RADAR JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIJ menggelar uji publik rancangan penataan daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD DIJ pada pemilihan umum (Pemilu) 2024, kemarin (18/1). Dengan membentuk forum diskusi lintas peserta, KPU DIJ menawarkan dua rancangan penataan dapil dan alokasi kursi di DIJ.

“Awalnya ada lima rancangan. Setelah dilihat dari tujuh prinsip dapil, kami sepakati dua saja untuk disampaikan ke publik,” ungkap Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan di Eastparc Hotel Jogjakarta, kemarin (18/1).

Dia menjelaskan, pada rancangan pertama  dapilnya sama dengan Pemilu 2019. Tetapi,  alokasi kursinya berbeda. Pada rancangan ini jumlah dapilnya ada tujuh.  Namun karena adanya pertambahan penduduk, ada alokasi kursi yang berbeda. “Ada yang berkurang dan bertambah satu dapil dengan dapil yang lain,” sebutnya.

Sementara pada rancangan kedua, KPU DIJ mencoba memecah Kabupaten Gunungkidul menjadi dua dapil. Itu mengacu pada geografis Gunungkidul wilayahnya luas. “Kalau kursi itu kan paling tidak jumlahnya antara tiga sampai 12, maksimal. Yang secara eksisting saja Kabupaten Sleman dibagi dua dapil. Begitu juga Kabupaten Bantul juga dua. Kami coba Gunungkidul jadi dua. Ini representatif,” ujarnya.

Uji publik ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XX/2022. Sebagai upaya mendengar aspirasi dari semua lini. Dengan mengundang semua perwakilan partai politik (Parpol) yang berjumlah 18 di DIJ.  Kemudian akademisi, non governmental organization (NJO) dan media. Guna meminta masukan dan tanggapan terhadap dua perancangan yang disusun tersebut.

Uji publik akan dilakukan dua kali. Pada 18 Januari dan 20 Januari 2023. Selanjutnya pada 21 Januari, segala bentuk masukan usulan maupun aspirasi lintas lini akan dikirimkan ke KPU RI yang memiliki kewenangan menentukan dapil. “Kami  hanya menyampaikan usulan dapil berdasarkan masukan dan tanggapan dari masyarakat,” sambungnya.

Ketua Devisi Teknis Penyelenggaraan KPU DIJ Moh Zaenuri Ikhsan menambahkan, pada rancangan pertama dan kedua alokasi kursi berjumlah 55 pada Pemilu 2024.

Pada rancangan pertama, Jumlah dapil seperti Pemilu 2019 lalu. Yakni berjumlah tujuh dapil. Rinciannya, Kota Jogja satu dapil (enam kursi), Kabupaten Bantul dua dapil (14 kursi), Kabupaten Kulonprogo satu dapil (tujuh kursi), Kabupaten Sleman dua dapil (16 kursi) dan Kabupaten Gunungkidul satu dapil (12 kursi).

Adapun pada rancangan kedua, jumlah dapil yang diusulkan sebanyak delapan dapil. Meluputi Kota Jogja satu dapil (enam kursi), Kabupaten Bantul dua dapil (14 kursi), Kabupaten Sleman dua dapil (16 kursi), Kabupaten Kulonprogo satu dapil (tujuh kursi), dan Kabupaten Gunungkidul dua dapil (12 kursi).
“Totalnya sama 55 kursi anggota DPRD Pemilu 2024, bedanya di rancangan kedua ada penambahan dapil,” tuturnya.

Adapun partai yang hadir dalam forum tersebut yakni, PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, dan Partai Buruh. Kemudian ada Gelora, PKS, Hanura, Garda Perubahan Indonesia (Garuda), PAN, Bulan Bintang, Demokrat, PSI, Perindo, PPP, dan Partai Ummat. (mel/din) 

Sleman