RADAR JOGJA – Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban talud longsor di Dusun Jetis, Wedomartani Ngemplak, Sleman, Kamis malam (2/1). Pertimbangannya adalah hujan yang turun di area pencarian korban. Kondisi ini dikhawatirkan membuat kontur tanah menjadi labil.

Rescuer Basarnas Jogjakarta Dhedi Prasetya menuturkan pencarian akan berlanjut Selasa pagi (3/1). Terfokus di titik longsoran yang sempat menimbun tiga korban lainnya. Fokusnya menjadi korban atas nama Surya, 32.

“Pencarian satu orang tertimbun longsoran, untuk sampai pada malam ini belum bisa diketemukan karena beberapa faktor terutama dari tanah sendiri masih labil dan ini turun hujan jadi kita putuskan operasi SAR dihentikan sementara dan akan kita lanjutkan besok pagi,” jelasnya ditemui di lokasi pencarian korban, Senin malam (2/1).

Dhedy menegaskan kondisi tanah sangatlah labil. Ini karena didominasi sedimen pasir. Selain itu sisi timur juga tertumpuk batuan pondasi. Apabila dipindahkan maka formasi batuan besar tersebut rawan longsor.

“Kendala saya sampaikan tadi tanah masih labil sekitar tebing samping dan timurnya berupa batuan yang kalau kita pindahkan sanhat rawan longsor,” katanya.

Ketiga korban atas nama Karsono, 50, Dodi, 53 dan Karju, 40, berhasil terevakuasi pada 16.05 WIB. Hanya saja korban Dodi meninggal dunia meski sempat mendapatkan pertolongan medis. Sementara korban atas nama Surya masih dalam pencarian.

Upaya pencarian juga melibatkan tim K-9 Polda DIJ. Sayangnya upaya ini belum optimal. Ini karena anjing pelacak tidak mampu mendeteksi keberadaan Surya.

“Tadi kita memaksimalkan anjing pelacak K-9 Polda DIJ untuk penyisiran juga. Besok juga akan kita turunkan juga pencarian satu orang,” ujarnya. (Dwi)

Sleman