RADAR JOGJA – Kegiatan tani di Sleman semakin dipermudah dengan sistem pertanian presisi. Menggunakan teknologi berupa alat pemantau cuaca atau automatic weather station (AWS), dan drone untuk penyemprotan pestisida.

Perwakilan Koperasi Milenial Petani Kreatif Yogyakarta (Kompakyo) Adrian Leo Hadipradata menjelaskan, sistem pertanian presisi merupakan sistem pertanian terukur. Berbasis teknologi, melalui observasi dan pengukuran. Sehingga menghasilkan data yang tepat, lebih efektif, dan efisien.

Teknologi ini, sudah diterapkan di lahan organik Kompakyo di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan seluas 10 hektare. “Impian kami lahan tersebut ke depannya dapat mencapai 100 hektare,” ujarnya saat panen raya beras organik dari sistem pertanian presisi Rabu (22/6).

Dia pun berharap, sistem pertanian yang digagas akan menjadi tempat belajar petani milenial. “Dari hulu hingga hilir,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi sistem tersebut. Diharapkan, sistem pertanian presisi dapat menggugah generasi milenial untuk bertani. Mengingat saat ini, mayoritas petani di Sleman berusia di atas 50 tahun. “Maka dengan adanya pertanian presisi ini dapat menggugah para generasi milenial untuk mencintai pertanian,” ungkapnya.

Menurutnya, generasi milenial dapat mengoperasikan teknologi dengan mudah. Sehingga diharapkan hasilnya lebih optimal. Dengan begitu kegiatan bertani juga lebih mengasyikkan. (cr4/eno)

Sleman