RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan kemudahan bagi para petani dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan bio solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mereka diperbolehkan menggunakan jeriken.

Kebijakan ini bahkan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 542/00124 tanggal 28 April 2022 tentang Pembelian BBM Jenis Bio Solar bagi Petani dan UMKM.

Sales Branch Manajer PT Pertamina Cabang Jogjakarta William Handoko Gotama mengatakan komitmennya dalam melaksanakan SE bupati tersebut. Menurutnya, sebelumnya masih simpang siur. “Kami berterima kasih dengan adanya SE ini. Akhirnya bisa mengetahui kejelasan surat rekomendasi dari dinas terkait,” jelasnya saat sosialisasi, Selasa (17/5).

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, SE ini dibuat berdasarkan banyaknya keluhan dari petani dan pelaku UMKM. Keluhan dinilai memiliki urgensi yang tinggi sehingga harus segera ditindaklanjuti. Sebab, ini menyangkut kesejahteraan warga.”Banyak sekali masukan dan keluhan dari petani selama saya mendampingi petani dan UMKM di Sleman. Makanya sangat penting SE ini untuk membantu mereka dan mohon untuk menjadi perhatian kita semua,” jelasnya.

Secara teknis, dalam pelaksanaannya maka organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus segera memberikan surat rekomendasi. Sehingga para petani dan UMKM bisa dapat dengan mudah melakukan transaksi di SPBU di wilayah Sleman.

Danang menyebut SE dibuat berdasarkan Peraturan Presiden No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2021. Danang menyebut, semua harus membantu para petani dan UMKM. Jangan sampai mempersulit mereka. Karena mereka adalah penyangga ketahanan pangan kita.”Selain itu agar nantinya mereka dapat meningkatkan perekonomian di masa pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19,” tegasnya. (cr4/din)

Sleman