RADAR JOGJA – Pemkab Sleman mencapai Universal Health Coverage (UHC) per 1 Mei 2022. Capaian ini didorong oleh 95,79 persen penduduk Sleman telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS). Yakni sebanyak 1.042.254 orang, dari total jumlah penduduk Sleman 1.088.109 jiwa.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan DIJ Dwi Martiningsih mengatakan, faktor terbesar tercapainya UHC adalah dari penerima bantuan iuran (PBI) yang didanai APBN. Hal ini pun tidak seluruh kabupaten/kota di DIJ bisa memenuhinya. Meskipun secara rata-rata, Provinsi DIJ telah mencapai UHC. “Permasalahan utama data,” tegasnya saat usai Launching Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sleman kemarin (15/5) di DPRD Sleman.

Karena diperlukan kerjasama dan sinergi dari dinas sosial, dinas kesehatan, dinas dukcapil, hingga perangkat di bawahnya. Untuk memastikan data penduduk yang akan didaftarkan menerima PBI. “Kecamatan, RT, dan RW memastikan siapa saja yang memenuhi kriteria,” tambahnya.

Hal ini pun sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 01 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Yang mengamanatkan bupati/wali kota memastikan bahwa penduduknya terdaftar dalam program JKN-KIS.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pencapaian UHC diharapkan masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan. Selian itu, pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi fasilitas kesehatan. ”Kami juga mengharapkan sinergitas dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan supaya sama-sama meningkatkan mutu layanan, sehingga masyarakat dalam merasakan manfaat jaminan kesehatan dengan optimal,” tuturnya. (cr4/eno)

Sleman