RADAR JOGJA – Hingga saat ini belum ditemui adanya hewan ternak yang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sleman. PMK telah ditemukan di wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Dinas Pertanian DIJ juga melaporkan adanya temuan 2 kasus di Kabupaten Kulonprogo.

Kekhawatiran dirasakan salah satunya oleh Misran Murtiwiyono. Peternak sapi perah di Jalan Boyong, Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman tak menampik PMK menjadi momok para peternak. Langkah antisipasi dilakukan oleh peternak di kelompoknya.

Peternak pemilik 40 ekor sapi bersama peternak lain terus waspada. Salah satunya dengan mengandalkan pemberian mineral bagi sapi setiap harinya. Guna meningkatkan daya tahan tubuh sapi agar kebal terhadap penyakit.

“Kalau penyakit PMK mudah-mudahan di sini tidak ada, yang ada di sana-sana saja. Tapi kalau di sini kebanyakan penyakit itu diatasi dengan vaksin dan pemberian mineral yang baik,” jelasnya saat ditemui di kandang sapi miliknya, di Jalan Boyong, Wonorejo, Hargibinangun, Pakem, Sleman, Senin (16/5).

Pemberian mineral, lanjutnya, merupakan imbauan dari pengelola koperasi peternak sapi di wilayah Pakem. Tak hanya itu, Misran juga diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kandang.

Jika ditemui adanya sapi perah yang tidak sehat, dia juga diminta untuk segera melapor ke puskeswan terdekat. Hal ini guna mencegah datang dan menyebarnya berbagai macam penyakit di dalam kandang.

“Kalau ada yang kurang sehat, para anggota koperasi lapor keswan itu sudah langsung ditangani. Kalau dinas, masalah PMK ini belum ada yang sampai ke peternak. Tapi kalau dari koperasi mengimbau untuk menjaga kebaikan hewan-hewan ternak, dan pakailah mineral yang baik,” katanya.

Misran mengatakan, selama ini sapi-sapi perah miliknya tak pernah mengalami penyakit yang parah. Hanya saja beberapa kali diketahui hewan ternaknya mengalami demam dan kembung. Penyakit tersebut biasanya dialami sapi selama kurun waktu 3 hari.

Cara memulihkannya yaitu dengan pemberian asupan makanan yang baik disertai dengan pemberian mineral.

“Penyakit sapi yang agak riskan itu kembung dan demam selama 3 hari. Kalau tidak kuat ya bisa mati,” ujarnya. (isa/dwi)

Sleman