RADAR JOGJA – Banyaknya bendera partai dinilai masyarakat merusak estetika kota di wilayah Sleman. Bahkan tak jarang, bendera partai sobek dan telah berubah warna.

Warga Maguwoharjo, Dwi, 27, pun menyayangkan banyaknya bendera partai yang tak kunjung dibersihkan. Bahkan karena hal itu, menurutnya Sleman memang tidak indah. “Bendera nggak dicabut sampai hitam gitu. Pemkabnya kayaknya ra peduli atau ra ngeh. Mungkin mikir Covid-19 atau apa. Tapi itu sudah lama lho, ada yang sobek-sobek,” lontarnya.

Sementara warga Caturtunggal Novi, 30, mengaku biasa melihat partai bendera yang ditempel di pohon di Jalan Laksda Adisucipto. “Cuma mbatin. Bendera ditempel di pohon begitu, kasihan pohonnya. Tapi tidak ada yang urus,” ujarnya.

Benar saja, dari pantauan Radar Jogja, bendera partai yang sudah kusam mudah ditemui di Jalan Laksda Adisucipto. Tepatnya di depan Plaza Ambarrukmo. Tidak hanya itu, pemandangan serupa juga terlihat di beberapa titik mulai dari simpang Maguwoharjo, hingga Terminal Jombor.
Meski sudah berubah warna dan menghitam, bendera-bendera tersebut tetap ada dan berdiri di area taman tengah sepanjang jalan. Tidak kunjung dicabut, dan masih tetap berkibar ditiup angin.

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasional dan Pengembangan Kapasitas (OPS) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman Sudarmanto mengatakan operasi penertiban papan reklame atau iklan branding di jalan dilakukan secara rutin. “Kami prioritas yang menganggu ketentraman dan ketertiban. Terutama banner yang melintang. Kalau prioritas udah, maka menyisir yang tidak berizin di pohon dan sebagainya,” bebernya. (cr4/eno)

Sleman