RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman kini tengah menyiapkan beberapa lokasi yang akan dijadikan sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Hal ini sebagai tindak lanjut atas blokade akses menuju TPA Piyungan pada beberapa waktu lalu. Sebelumnya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga sempat sambat karena Kabupaten Sleman tak memiliki TPST sendiri.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memaparkan ada sejumlah opsi lokasi TPST. Salah satu proyeksi di Dusun Kenaji, Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Memanfaatkan tanah kas desa seluas 1,3 hektar dengan anggaran pembangunan kisaran Rp. 38 miliar.

“Itu akan menggunakan alat pengolahan dari Jerman, sehingga setelah diolah itu kalau dijual sebenarnya ada (hasilnya). Selama ini sampah itu dianggap bahan buangan, tapi kalau diolah itu menghasilkan sesuatu,” jelasnya saat jumpa pers di Lobby Setda Pemkab Sleman, Kamis (12/5).

Tak hanya itu, Danang menambahkan sebuah lahan di Kalurahan Sendangsari, Minggir, Sleman, juga telah siap digunakan sebagai TPST. Baik TPST Kalasan maupun Minggir, diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2023 mendatang.

“Untuk fokus utamanya 2022 dan 2023 ini di Sleman barat dan timur. Jadi, Sleman tengah menyusul. Ya mudah-mudahan ada 4 lah,” tambahnya.

Sementara menunggu TPST siap beroperasi, Danang mengaku melakukan sejumlah upaya antisipasi. Fokusnya untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman. Agar tak terjadi penumpukan saat TPA penuh.

Pertama dengan mengoptimalkan pengolahan sampah di 13 transfer depo dan 23 TPS. Skemanya berupa reduce, reuse and recycle atau 3R. Wujudnya dengan memilah sampah organik dan anorganik.

“Nantinya, sampah organik akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik akan dijual lagi kepada pengepul. Ini perlu peran aktif masyarakat tentunya,” ujarnya.

Sementara itu, selama momen libur lebaran lalu terjadi peningkatan volume sampah di Kabupaten Sleman. Pada hari biasa, sampah yang terkumpul di berjumlah sekitar 706,77 ton perhari. Sementara pada momen libur lebaran tercatat terjadi kenaikan sebesar 32,47 persen atau bertambah menjadi 936,27 ton per hari. (isa/Dwi)

Sleman