RADAR JOGJA – Iklan berbentuk rontek ukuran bervariasi di menjamur di Jalan Ringroad Utara. Pantauan Radar Jogja di perempatan Kampus UPN Veteran ke arah barat, di sisi selatan jalan menjamur rontek iklan. Diantaranya mulai dari iklan fesyen, wisata kaliurang, real estate maupun start up.

Rontek didirikan dengan cara diikat menggunakan kawat di tiang besi milik jaringan telekomunikasi. Ada juga yang dikaitkan di pohon besar. Selain merusak estetika kota dan merusak pohon, rontek yang dipasang asal-asalan sangat membahayakan. Terlebih cuaca yang berangin dan tidak menentu yang berpotensi menerbangkan rontek dan mengenai pengendara.

Kepala Seksi Operasional dan Pengembangan Kapasitas (OPS) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sleman Sudarmanto menegaskan pemasangan rontek maupun banner yang asal-asalan dapat dipastikan ilegal. Pasalnya pemasangan media iklan diatur secara khusus. “Kalau pemasangan di tiang listrik dan fasilitas umum kemudian banner dan spanduk melintang itu jelas belum berijin. Harus ke dinas perizinan,” ujarnya Selasa (10/5).

Penindakan penertiban spanduk dan reklame ilegal didasari Perda Sleman No 14 tahun 2003 izin reklame, Perda Sleman No 12 tahun 2020 tentang trantibum dan linmas, dan perbup Sleman No 50 tahun 2020 tentang penyelenggaraan reklame.

Ia menegaskan penyisiran dan operasi penertiban iklan-iklan di jalan dalam bentuk apa pun dilakukan secara rutin. Karena keterbatasan personil, diprioritaskan yang berpotensi menganggu dan membahayakan. Selanjutnya menertibkan yang tidak berizin.

“Kami prioritas yang menganggu ketentraman dan ketertiban. Terutama banner yang melintang. Kalau prioritas udah maka menyisir yang tidak berizin, di pohon dan sebagainya,” jelasnya.

Ia mengakui rata-rata pemasang mengejar target. Biasanya dilakukan oleh pihak ketiga asal terpasang dan selesai. Sehingga tidak mengindahkan faktor keamanan maupun estetika. “Banyak sekali kecelakaan disebabkan spanduk melintang,” imbuhnya.

Terpisah, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Jateng – DIJ Ahmad Mustaqir saat dikonfirmasi memastikan rontek yang terpasang di sisi selatan Ringroad Utara bukan tiang listrik milik PLN. Meski begitu ia mengimbau kepada siapapun agar tidak sembarangan memasang benda asing di instalasi milik PLN.

“Kalau pemasangan apa pun dekat jaringan listrik dalam hal ini kawat listrik berpotensi mengandung bahaya. Risiko terburuk si pemasang tersetrum dan bahaya,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan apabila ada pemasangan khusus maka harus ada izin dari PLN. Ditambah, harus dilakukan orang berkompeten karena ada SOP jarak aman benda asing dari jaringan listrik minimal 3 meter. (cr4/bah)

Sleman