RADAR JOGJA – Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dishub Sleman Wahyu Slamet memastikan pihaknya mengusut viral kasus parkir di Mie Gacoan jalan Affandi. Berupa penarikan tarif kepada sejumlah pengunjung. Termasuk yang datang dengan tidak membawa kendaraan bermotor.

Dari hasil konfirmasi, Wahyu menuturkan tak ada kasus tersebut. Ini sesuai dengan pengakuan dari pengelola parkir maupun manajemen Mie Gacoan. Seluruhnya kompak membantah adanya kasus tersebut.

“Intinya laporan yang masuk ke medsos, ICJ utama, kami anggap selesai karena laporan tidak pakai kendaran dimintai itu tidak masuk akal. Kok mau dimintai tarif,” jelasnya ditemui di outlet Mie Gacoan jalan Affandi, Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (5/5).

Wahyu menjabarkan keluhan di media sosial tidak masuk akal. Secara tersirat dia juga mengindikasikan adanya kemungkinan persaingan pengelolaan lahan parkir. Sehingga muncul kasus viral tersebut.

Dari hasil pertemuan, baik pengelola parkir dan manajemen Mie Gacoan, lanjutnya, kompak membantah. Mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di Mie Gacoan jalan Affandi. Menurutnya tarif parkir hanya bisa dikenakan ke kendaraan bukan orang.

“Mereka membantah. Dari juru parkir sudah satu pintu lewat pengelola koordinator, tidak ada. Mungkin ada seseorang yang tidak bisa menerima. Lahan parkir ini banyak yang berminat, jadi mungkin itu,” katanya.

Dari hasil pertemuan juga terungkap parkir Mie Gacoan belum berijin. Alhasil Wahyu meminta agar pengelola parkir dan manajemen Mie Gacoan mengurus legalitas perijinan. Sementara waktu, parkir terhadap pengunjung tidak dikenakan tarif.

“Mereka buka 29 April bertepatan dengan Pemda cuti lebaran. Sudah kami minta untuk mengurus ijin dulu. Dari pengelola parkiran free dulu. Nanti siang ada mediasi dengan Polsek Bulaksumur, maka tunggu hasilnya dulu,” ujarnya. (Dwi)

Sleman