RADAR JOGJA – Koordinator parkir Mie Gacoan jalan Affandi Dani Zakaria memastikan kasus viral tidaklah benar. Dia memastikan tak ada juru parkir yang meminta retribusi kepada pembeli tanpa kendaraan bermotor. Pihaknya masih berusaha melakukan klarifikasi terhadap pengunggah di media sosial.

“Pejalan kaki tidak ada buktikan saja. Saya mencari yang unggah itu, tidak saya tarik, saya mau cari orangnya mau klarifikasi benar tidak warga sini. Tidak ada orang pejalan kaki ditariki parkir,” tegasnya ditemui di Mie Gacoan jalan Affandi, Kamis (5/5).

Dani menuturkan ada perhitungan tarif dengan manajemen Mie Gacoan. Untuk setiap ojol online yang parkir dikenai Rp. 250,- sementara untuk pembeli umum sebesar Rp. 500,-. Acuan yang digunakan adalah dari setiap nota pembelian setelah transaksi.

Dari keluhan juga tertulis dari para ojol. Agar setiap pengendara tidak dikenakan tarif parkir. Dengan alasan tidak memarkirkan kendaraan di lahan parkir milik Mie Gacoan.

“Kalau permasalahan ada di ojol parkir, kami hanya ikut aturan dari Mie Gacoan. Kalau 20 sampai 50 ojol, anak-anak parkir mau dapat darimana. Kita ditariki Gacoan per bill Rp. 250,- per ojol, kalau reguler Rp. 500,- perbill. Setiap hari saat tutup warung ada hitungan membayar,” katanya.

Manajer Operasional Mie Gacoan wilayah Jogjakarta Rizal Imam Wibowo mengaku tak tahu menahu tentang perjanjian bill. Perjanjian tersebut, lanjutnya, sudah ada sebelum pihaknya mulai beroperasional. Sehingga tidak mengetahui secara detil.

Dia juga tidak berkomentar banyak tentang viralnya kasus parkir. Rizal berdalih hanya bertanggungjawab terhadap pelayanan terhadap konsumen. Khususnya terkait pembelian dan pemesanan makanan.

“Itu diluar lingkup kustomer saya tak berwenang diluar itu legalitas. Kustomer masuk makan, urusan saya. Kalau parkir, diluar dan ada perjanjian legal,” ujarnya.

Pihaknya justru terimbas negatif atas kasus viral. Padahal manajemen tak memiliki wewenang terhadap kepengelolaan lahan parkir. Saat ditanya tentang mekanisme berbagi hasil parkir, Rizal juga tak bisa menjawab.

“Disini saya terkena imbas legal parkir. (Untuk) target bill kalau itu saya tak bisa putuskan karena itu sebelum bulan operasional. Ada perjanjian dan saya tak ikut perjanjian itu. Adanya kebijakan pejalan kaki ditariki parkir saya juga kurang tahu,” katanya. (Dwi)

Sleman