RADAR JOGJA – Jumlah pembelian tiket di sejumlah agen bus mengalami peningkatan menjelang Lebaran. Seperti di agen bus Didi Trans Terminal Jombor, Sleman meningkat hingga 30 persen.

Setiap hari, dia mampu melayani 300 penumpang. Bila dibandingkan dengan minggu lalu, peminatnya di antara sekitar 80-90 orang penumpang. Dengan penumpang paling banyak untuk jurusan Sumatera, Palembang, dan Jambi. Sedangkan untuk ke wilayah timur, seperti Bali dan Lombok, diakuinya minim peminat.

Diprediksi, jumlah penumpang bus akan terus meningkat. Padahal, tarif tiket bus sudah dinaikkan sejak 23 April. “Ke Jakarta misalnya, yang semula Rp 400 ribu naik jadi Rp 450 ribu,” jelas Noviantoro Jati, petugas tiketing agen bus Didi Trans di kiosnya kemarin (25/4).

Meski demikian, puncak penumpang bus tujuan Jabodetabek masih belum ada peningkatan. Akan tetapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, puncak penumpang bus tujuan Jakarta terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri. “Tapi kalau dibandingkan dengan peminat harian lebis bagus dulu (sebelum pandemi, Red) bisa mencapai 70-80 persen,” katanya.

Namun saat ini, lanjut Jati, 50 armada disiapkan setiap hari. Hal ini karena agen bus tempatnya bekerja, merupakan agen globa. Yang menaungi beberapa agen di kios area Terminal Jombor.

Sementara itu, petugas tiket agen mini bus Malang Indah Ranto menyebutkan belum ada peningkatan penumpang tujuan Jogja-Malang. Setiap harinya, dia hanya mampu memberangkatkan satu unit bus. Dengan kapasitas 8-10 orang penumpang, dari totoal 16 tempat duduk.

Dia memprediksi, peningkatan penumpang akan terjadi pada 28-30 April. Dengan jumlah kursi yang disediakan tetap dibatasi karena menegakkan protokol kesehatan menjaga jarak. “Harga tiket semula Rp 210 ribu menjadi Rp 270 ribu,” ungkapnya.

Kasi Pengelolaan Terminal Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIJ Yunarti menambahkan, secara keseluruhan penumpang bus mengalami peningkatan tetapi belum signifikan. Penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi saat ini mencapai 110 unit armada.

Sementara bus antar kota dalam provinsi (AKDP) mencapai sembilan armada. Dengan total AKAP, AKDP, dan angkudes di DIJ mencapai 285 unit. “Kami belum ada rencana penambahan unit armada. Mudah-mudahan tahun ini banyak yang mudik dan peminatnya,” tandasnya. (mel/eno)

Sleman