RADAR JOGJA – Destinasi wisata di sekitar Gunung Merapi meliputi Bukit Klangon, Bunker Kaliadem, Petilasan Mbah Marijan, dan Wisata Religi resmi dibuka. Pembukaan objek wisata (obwis) tersebut dengan catatan. Dikarenakan mempertimbangkan penurunan potensi bahaya aktivitas Merapi saat ini.

Ketentuan tersebut tertuang dalam surat edaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman nomor 556/407 yang diteken kemarin (14/4). Sebelumnya, destinasi sekitar Gunung Merapi harus ditutup pasca terjadinya guguran awan panas pada Rabu (9/3) malam.

“Dipersilakan untuk beroperasi kembali dengan syarat pengelola melakukan pendampingan petugas SAR selama jam operasional destinasi serta memiliki prosedur tetap penanganan kondisi darurat erupsi Gunung Merapi,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono usai berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman.

Saat ini aktivitas Gunung Merapi berstatus siaga dengan penurunan potensi bahaya. Guguran lava dan awan panas sekitar selatan barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh 2 kilometer hingga 5 kilometer. Sedangkan Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

“Sedangkan untuk kegiatan tracking Merapi dan paket jeep khusus sunrise Merapi masih ditutup,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang tiba-tiba, maka pengelola destinasi segera menutup kunjungan wisata secara mandiri. Hal ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

”Pengelola destinasi diharuskan secara aktif melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat,” imbaunya.
Di sisi lain, libur Lebaran tahun ini akan berdampak positif bagi pariwisata yang ada di Sleman. Pada triwulan pertama 2022 ini saja dinas pariwisata mencatat adanya kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Kunjungan pariwisata di Sleman telah mencapai 1 juta lebih wisatawan atau meningkat 181 persen dari tahun sebelumnya di bulan yang sama.

Suparmono menyebut pendapat wisata pada Maret Rp 61,864 miliar atau 29,8 persen dari target Rp207 miliar. ”Kalau melihat angka ini makanya kami optimistis,” ujarnya.

Mengingat libur Natal dan Tahun Baru yang hanya beberapa hari saja sudah meraup PAD tinggi. Apalagi libur dan cuti bersama yang sudah diumumkan pemerintah kurang lebih 10 hari. Menurutnya, sektor pariwisata akan dibanjiri wisatawan. “Sekarang saja sudah banyak yang mulai libur, pasti pengaruhnya ke pariwisata,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang Heribertus Indiantara menyambut baik kebijakan pembukaan destinasi tersebut. Pasalnya selama pandemi Covid-19 kunjungan wisata di wilayahnya turun drastis. Ditambah Gunung Merapi yang mengalami erupsi.

Pembukaan kembali destinasi tersebut ditambah libur panjang saat lebaran menjadi angin segar kenaikan tingkat kunjungan wisatawan khususnya di Kaliurang. “Segera dibuka, karena untuk lava tour, objek utamanya di Bunker Kaliadem dan Kali Kuning,” ujarnya. (cr4/bah).

Sleman