RADAR JOGJA – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DIJ memperingati hari lahir ke-32 kemarin (22/3). Dalam momentum ini, dilaksanakan bakti sosial dan peresmian website IPHI. Kegiatan dilaksanakan simbolis di Aula Kampus Al-Azhar Ringroad Utara, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Ketua IPHI DIJ Abdul Hafidh Asrom mengatakan, IPHI lahir sejak 1990. Beranggotakan puluhan ribu jamaah haji dan per tahun bertambah 3.200 jamaah, serta di bawah 40 panitia kepengurusan. Sejak dibentuk, baru kali ini harlah digelar serentak nasional melalui kegiatan bakti sosial. Secara nasional targetnya 32 ribu, dari pusat hingga wilayah.

Kendati begitu, di DIJ sebanyak 1.200 bingkisan menyasar fakir miskin dan yatim piatu. Rinciannya, Kabupaten Bantul 300 bingkisan, Sleman (300), Kota Jogja (300), Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing 100 bingkisan.
Baksos dilakukan secara simbolis. Selanjutnya distribusi bantuan dilaksanakan di masing-masing kepengurusan kabupaten/kota. “Bingkisan berupa sembako.

Harapannya dapat membantu, sedikit meringankan beban warga dalam situasi pandemi Covid-19 ini,” kata Hafidh Asrom kemarin (22/3). Penyelenggara kegiatan serentak ini juga dilakukan sambutan secara virtual oleh Ketua IPHI Pusat Ismed Hasan Putro, Ketua Dewan Kehormatan IPHI Jusuf Kalla, dan Dewan Pembina IPHI Muhajir Effendi.

Selain bakti sosial, IPHI juga melauncing website yang terhubung dengan program biro hukum dan masyarakat. Adanya website ini untuk kepentingan informasi seputar haji dan kegiatan sosial keagamaan. Di samping itu juga memberikan pelayanan konsultasi gratis bagi jamaah haji berhadapan dengan hukum. “Kami siap memberikan pendampingan bila ada anggota membutuhkan konsultasi seputar haji,” katanya.

Memperingati harlah ini, Sekretaris Biro Publikasi Hukum dan Hubungan Masyarakat IPHI DIJ Ahmad Lutfi mewakili harapan jamaah haji berharap pemerintah dapat membantu mensubsidi tambahan biaya haji selama pandemi Covid-19 yang dibebankan pada calon jamaah haji. Harapannya, penambahan beban biaya dari Rp 35 juta menjadi Rp 43 juta itu dapat dibebankan pada badan pengelolaan keuangan haji (BPKH). “Biaya haji yang lunas itu kan Rp 35 juta. Kalau bisa tambahannya dapat disubsidi melalui BPKH,” ujarnya.

Demikian juga pemberangkatan haji, diharapkan tahun ini terlaksana dengan lancar. Terutama jamaah haji yang pemberangkatannya tertunda sejak 2020. “Semoga ada kuota,” bebernya. (mel/laz)

Sleman